Nabire – Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Tengah, Anis Labene, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Tengah yang pada 2026 memperluas fasilitasi seleksi calon mahasiswa ke enam sekolah kedinasan nasional, di luar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sekaligus membuka jalan karier yang lebih pasti bagi generasi muda di delapan kabupaten Papua Tengah.
“Langkah ini sangat strategis untuk membuka kesempatan bagi generasi muda Papua Tengah agar memiliki masa depan yang jelas melalui jalur pendidikan kedinasan,” kata Anis melalui sambungan telepon.
Menurutnya, sejak berdirinya Provinsi Papua Tengah, penguatan kualitas SDM harus menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Pemanfaatan peluang sekolah kedinasan dinilai mampu menjawab persoalan keterbatasan lapangan kerja sekaligus mempersiapkan birokrat profesional dari putra-putri asli daerah.
Minta Kuota 8 Kabupaten Dibagi Transparan
Anis menekankan pentingnya pembagian kuota untuk delapan kabupaten dilakukan secara proporsional, terbuka, dan transparan, agar seluruh wilayah mendapatkan kesempatan yang adil.
Ia juga mengingatkan BKPSDM agar proses seleksi benar-benar menjangkau anak-anak dari wilayah terpencil yang memiliki potensi, namun selama ini terbatas akses informasi dan pembinaan.
“Kami berharap BKPSDM membagi kuota secara proporsional dan melakukan seleksi secara transparan, tanpa pilih kasih, serta menjangkau anak-anak di wilayah terpencil yang memiliki kemampuan,” tegasnya.
Komisi V DPR Papua Tengah, lanjut Anis, akan mengawal proses mulai dari sosialisasi hingga perekrutan agar berjalan bersih dan tepat sasaran.
BKPSDM Perluas ke 6 Sekolah Kedinasan
Sementara itu, Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, menjelaskan bahwa sejak 2023 pihaknya hanya memfokuskan seleksi pada calon praja IPDN.
Namun pada 2026, atas arahan Gubernur Papua Tengah, program diperluas ke enam sekolah kedinasan lain, yakni:
- Politeknik Keuangan Negara STAN
- Politeknik Statistika STIS
- Politeknik Imigrasi
- Politeknik Ilmu Pemasyarakatan
- Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara
“Pekan depan kami turunkan tim ke delapan kabupaten mulai dari Nabire, Mimika, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai untuk sosialisasi sekaligus memberi pemahaman kepada calon mahasiswa dan orang tua,” jelas Denci.
Tiga Jalur Seleksi Disiapkan
BKPSDM juga menyiapkan tiga jalur seleksi, yakni:
- jalur reguler
- jalur afirmasi kewilayahan khusus Tanah Papua
- jalur pembibitan khusus yang dibiayai Pemprov Papua Tengah
Program ini memprioritaskan putra-putri asli Papua Tengah agar mendapatkan kuliah gratis dan jaminan jalur karier sebagai aparatur profesional setelah lulus.
“Provinsi ini dibentuk untuk membangun dan memberdayakan anak-anak Asli Papua. Itu bagian dari roh Otonomi Khusus,” tegas Denci.
Peluang Emas Generasi Muda
BKPSDM berharap lulusan SMA/SMK tahun 2024–2026 yang belum melanjutkan pendidikan maupun masih menganggur dapat memanfaatkan peluang ini.
Selain sosialisasi, pemerintah juga akan menyiapkan bimbingan belajar intensif agar peserta lebih siap menghadapi seleksi nasional.

Komentar