MIMIKA – Kepala Suku Besar Suku Kamoro Kabupaten Mimika, Timotius Samin, menyampaikan kecaman keras terhadap aksi pembunuhan yang kembali menyasar warga sipil di Papua, khususnya tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Ia menegaskan, kekerasan terhadap mereka yang menjalankan tugas kemanusiaan hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat dan menghambat pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua.
Menurut Timotius, para guru dan tenaga kesehatan adalah garda terdepan yang membantu masa depan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang masih terbatas akses pendidikan dan layanan medis.
“Papua adalah tanah yang Tuhan berkati. Tidak ada ajaran adat, tidak ada ajaran iman yang membenarkan pembunuhan. Kita semua punya tanggung jawab moral untuk menjaga kehidupan dan masa depan anak-anak Papua,” tegasnya.
Ia menyesalkan masih terjadinya kekerasan terhadap warga sipil yang sejatinya tidak terlibat dalam konflik apa pun.
Sebagai tokoh adat Suku Kamoro, Timotius mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk kembali menjaga nilai kehidupan, persaudaraan, kasih, dan martabat kemanusiaan, sebagaimana diwariskan dalam adat dan iman.
Kekerasan Dinilai Hambat Masa Depan Papua
Timotius menilai setiap aksi pembunuhan terhadap guru, tenaga kesehatan, maupun warga sipil lainnya bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghambat pembangunan manusia Papua, terutama generasi muda yang sangat membutuhkan pendidikan dan layanan kesehatan.
Menurutnya, ketika guru takut mengajar dan tenaga kesehatan enggan bertugas, maka yang paling dirugikan adalah masyarakat kampung dan anak-anak Papua.
Desak Aparat Usut Tuntas
Selain mengecam pelaku, Timotius juga mendesak aparat keamanan dan penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut secara profesional dan transparan.
Ia menilai penegakan hukum yang tegas penting untuk menghadirkan rasa keadilan bagi korban dan keluarga, sekaligus memulihkan rasa aman masyarakat luas.
“Segala bentuk kekerasan dan pertumpahan darah harus dihentikan. Papua harus dibangun dengan cara-cara yang damai, bermartabat, dan beradab,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Timotius mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan kekerasan dan bersama-sama membangun Papua melalui jalan dialog, persaudaraan, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia.

Komentar