Aparat gabungan mengamankan 12 orang yang diduga terkait aksi penyerangan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan kepala kampung aktif serta satu orang aparatur sipil negara (ASN).
Penindakan dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Tambrauw, Brimob Polda Papua Barat Daya, dan Satgas TNI 763 melalui operasi yang berlangsung sejak Rabu (18/3) hingga dini hari.
Pelaksana Tugas Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Jenny Hengkelare, mengungkapkan bahwa dua kepala kampung yang diamankan masing-masing berinisial AY (Kepala Kampung Banfot) dan MY (Kepala Kampung Bamusbama).
“Keduanya saat ini masih berstatus sebagai saksi bersama 10 orang lainnya dan masih menjalani pemeriksaan intensif,” ujarnya dalam konferensi pers.
Selain itu, aparat juga mengamankan sejumlah pihak lain dari berbagai latar belakang, termasuk seorang ASN. Seluruhnya masih dalam proses pendalaman guna memastikan tingkat keterlibatan masing-masing dalam insiden tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat Daya, Junov Siregar, menegaskan bahwa proses hukum masih berada pada tahap penyelidikan.
“Kami masih mendalami seluruh aspek, termasuk peran masing-masing pihak. Status mereka masih sebagai saksi dan belum dapat disimpulkan keterlibatannya secara hukum,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tujuh senapan angin, parang, tombak, busur dan anak panah, serta barang lain seperti telepon genggam dan minuman beralkohol.
Aparat juga melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pihak terkait, termasuk di Kampung Salim, Kampung Bano, dan Kampung Jogbe.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami kemungkinan keterkaitan para terduga dengan kelompok kriminal bersenjata, namun belum ada kesimpulan resmi terkait hal tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyasar tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan pelayanan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil seperti Tambrauw.
Pihak kepolisian menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan, serta memastikan setiap pihak yang terbukti bersalah akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Komentar