Mimika – Upaya pemulihan sosial pasca tragedi pembunuhan tenaga pendidik akhirnya diwujudkan melalui rekonsiliasi terbuka yang digelar di Distrik Holuwon, Kabupaten Yahukimo. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memulihkan hubungan masyarakat sekaligus menjamin keamanan para guru.
Rekonsiliasi tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, bersama tokoh gereja, pimpinan yayasan pendidikan, serta masyarakat dari Distrik Holuwon dan Distrik Hilipuk.
Kegiatan ini digelar menyusul kasus pembunuhan guru Melani Wamea pada 10 Oktober 2025 yang sempat menimbulkan trauma mendalam dan menghentikan aktivitas belajar mengajar di wilayah tersebut.
“Semua tokoh masyarakat sudah sepakat bahwa kejadian ini tidak boleh terulang. Ini harus menjadi yang pertama dan terakhir,” tegas Bupati Didimus Yahuli.
Ia menekankan bahwa wilayah tersebut merupakan daerah pelayanan gereja di bawah Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), sehingga masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Sebagai bentuk komitmen bersama, para tokoh masyarakat menandatangani pernyataan sikap di dalam gereja, sebagai simbol tanggung jawab kolektif untuk melindungi tenaga pendidik dan memastikan anak-anak dapat kembali bersekolah dengan aman.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku berinisial EB diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sesuai keterangan dari Rumah Sakit Jiwa Abepura. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan tetap harus diproses sesuai hukum.
Pendekatan adat turut dilakukan oleh masyarakat suku Yali dengan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban, sebagai bagian dari pemulihan sosial.
Setelah rekonsiliasi, aktivitas pendidikan di SD John Wilson Holuwon yang sebelumnya terhenti kini kembali dibuka. Dinas Pendidikan setempat memastikan guru-guru kembali mengajar dan siswa dapat melanjutkan proses belajar.
“Puji Tuhan, anak-anak sangat senang karena guru-guru mereka sudah kembali. Ini tanda bahwa pemulihan sedang terjadi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Yahukimo.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat berupa 1.100 ton beras sebagai bentuk dukungan dan kepedulian.
Bupati Didimus Yahuli menegaskan bahwa keamanan tenaga pendidik menjadi prioritas utama, karena pendidikan merupakan fondasi masa depan generasi muda di Yahukimo.
“Anak-anak harus bisa sekolah dengan bebas, dan guru-guru harus mengajar tanpa rasa takut,” pungkasnya.

Komentar