Mimika – Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Pomako menggelar rapat rencana operasi penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026/1447 Hijriah di kantor perwakilannya di Kabupaten Mimika, Selasa (10/3).
Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dalam pengawasan arus mudik dan arus balik di Pelabuhan Pomako.
Rapat koordinasi tersebut diikuti sejumlah instansi, antara lain Badan Karantina Indonesia wilayah Papua Tengah, Penanggung Jawab (PJ) Pelabuhan Pomako, Polsek KP3 Pomako, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta para pemangku kepentingan lainnya.
Rapat tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor UPP Kelas II Pomako, Farid Sujianto, dan dihadiri sejumlah instansi yang memiliki peran dalam mendukung operasional serta keselamatan transportasi laut selama periode Lebaran.
Farid Sujianto mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi peningkatan aktivitas penumpang dan barang melalui jalur laut menjelang Lebaran.
“Koordinasi antarinstansi menjadi langkah penting untuk menjamin kelancaran arus mudik, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan pelayaran serta pelayanan kepada masyarakat di pelabuhan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing instansi juga menyampaikan kesiapan dukungan serta langkah pengawasan yang akan dilakukan selama masa angkutan Lebaran, termasuk pengamanan, keselamatan pelayaran, serta pengawasan terhadap barang dan komoditas yang keluar masuk melalui pelabuhan.
Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan koordinasi lintas instansi sangat penting untuk memastikan pengawasan di pelabuhan berjalan optimal selama periode arus mudik Lebaran.
Menurutnya, Karantina memiliki tugas memastikan setiap komoditas hewan, ikan, tumbuhan, maupun produk turunannya yang keluar dan masuk melalui pelabuhan telah memenuhi persyaratan karantina.
“Pengawasan ini penting untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan maupun organisme pengganggu tumbuhan karantina yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, UPP Kelas II Pomako berharap penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Pomako dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, serta memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik.

Komentar