Mimika – Keberadaan speed bump atau polisi tidur di Jalan Busiri Ujung, tepatnya di depan Sekolah Batu Karang, Timika, dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
Pasalnya, ukuran speed bump tersebut dinilai tidak seperti pada umumnya dan terbilang cukup besar sehingga menimbulkan sejumlah dampak bagi lalu lintas di kawasan tersebut.
Seorang warga yang sering melintas di jalur tersebut menyampaikan aduannya melalui Dasboard Lapor Fajar Papua, Rabu (25/2). Ia menilai ukuran speed bump terlihat lebih tinggi dan besar dibandingkan standar yang biasa ditemui di jalan lain.
Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu kelancaran arus kendaraan, terutama pada jam sibuk saat aktivitas antar jemput siswa.
“Speed bump di Jalan Busiri Ujung itu ukurannya cukup besar. Saat jam datang dan pulang sekolah, sering terjadi kepadatan kendaraan karena pengendara harus memperlambat kendaraan secara signifikan ketika melintas,” tulisnya.
Selain memicu kepadatan lalu lintas, pelapor juga menyebut keberadaan speed bump tersebut menyebabkan genangan air saat hujan turun. Hal ini diduga karena posisi dan bentuknya menghambat aliran air di badan jalan.
Warga berharap pihak terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, dapat turun langsung meninjau kondisi tersebut untuk memastikan apakah pembangunan speed bump sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kalau memang belum sesuai aturan, kami berharap bisa diperbaiki atau disesuaikan dengan standar yang ada agar tidak mengganggu pengguna jalan,” tambahnya.
Warga menilai keberadaan polisi tidur memang penting untuk meningkatkan keselamatan, terutama di sekitar area sekolah. Namun, pemasangannya diharapkan tetap mengikuti standar teknis agar memberikan rasa aman tanpa menimbulkan persoalan baru bagi pengguna jalan maupun lingkungan sekitar.

Komentar