Hukum & Kriminal Nabire Nasional
Beranda / Nasional / Panglima Tertinggi RR Demianus Magai Yogi Diduga Teror Perusahaan di Papua Tengah Lewat Surat Permintaan Rp700 Juta

Panglima Tertinggi RR Demianus Magai Yogi Diduga Teror Perusahaan di Papua Tengah Lewat Surat Permintaan Rp700 Juta

Nabire – Insiden penyerangan bersenjata terjadi pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIT di Pos Pengamanan PT Kristalin Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta kerusakan pada fasilitas perusahaan.

Seiring penyelidikan yang dilakukan aparat, terungkap adanya surat permintaan dana pengamanan sebesar Rp700 juta yang diduga dikirim sebelum insiden terjadi. Surat tersebut mencantumkan nama RR Demianus Magai Yogi yang mengatasnamakan pimpinan TPNPB-OPM.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, surat itu berisi permintaan uang “pengamanan” kepada pihak perusahaan agar dapat terus beroperasi di wilayah tersebut. Dalam isi surat juga disebutkan adanya ancaman penghentian aktivitas perusahaan apabila permintaan tidak dipenuhi.

Aparat keamanan kini mendalami keterkaitan antara surat permintaan dana tersebut dengan aksi penyerangan yang terjadi di Pos Pengamanan PT Kristalin. Dugaan sementara, permintaan dana tersebut menjadi salah satu pemicu terjadinya aksi kekerasan.

Dalam insiden di Kilometer 38 Kampung Lagari Jaya, kelompok bersenjata dilaporkan melakukan penyerangan terhadap pos jaga perusahaan. Serangan tersebut menyebabkan dua korban jiwa dari pihak yang bertugas di lokasi serta mengakibatkan fasilitas perusahaan mengalami kerusakan.

Dalang Penyerangan PT Kristalin, Demianus Magai Yogi Terseret Kasus Surat Permintaan Rp700 Juta

Hingga saat ini, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyisiran di sekitar lokasi, serta pengejaran terhadap para pelaku. Penyelidikan juga difokuskan pada pembuktian unsur pidana terkait dugaan pemerasan, ancaman, serta aksi teror terhadap perusahaan yang beroperasi di wilayah Papua Tengah.

Pihak keamanan menegaskan akan menindak tegas setiap tindakan yang mengganggu stabilitas keamanan dan investasi di Papua Tengah, sekaligus memastikan perlindungan terhadap masyarakat sipil dan objek vital nasional.

Situasi di Distrik Makimi dilaporkan dalam pemantauan ketat, sementara aktivitas masyarakat berlangsung dengan peningkatan kewaspadaan pasca insiden tersebut.

Kepala Suku Besar Moni Musa Kobogau Tolak Intan Jaya Jadi Zona Perang, Serukan Perlindungan Tenaga Kemanusiaan dan Pembangunan Papua

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement