Kesehatan Mimika
Beranda / Mimika / Dinkes Mimika Kembali Gelar POPM Cacingan Februari 2026, Sasar Anak Usia 1–12 Tahun

Dinkes Mimika Kembali Gelar POPM Cacingan Februari 2026, Sasar Anak Usia 1–12 Tahun

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika kembali akan melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan pada Februari 2026 sebagai bagian dari upaya pencegahan dan eradikasi penyakit cacingan pada anak.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin, menjelaskan bahwa program POPM merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada Februari dan Agustus. Program ini menyasar seluruh anak usia 1 hingga 12 tahun di wilayah Kabupaten Mimika.

“Selama satu bulan penuh, anak-anak usia 1 sampai 12 tahun akan diberikan obat cacing. Kami berharap masyarakat menerima dan memastikan obat tersebut benar-benar diminum untuk memutus penularan cacing,” ujar Kamaludin.

Pemberian obat cacing akan dilakukan melalui berbagai jalur pelayanan kesehatan, seperti sekolah, Posyandu, dan Puskesmas, serta melalui kegiatan sweeping bagi anak-anak yang belum terjangkau layanan.

Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus kecacingan ekstrem di Mimika, Kamaludin menegaskan bahwa penyakit cacingan tetap berpotensi menimbulkan dampak serius apabila tidak dicegah secara rutin.

Tokoh Adat dan Pemuda Serukan Damai, Kekerasan Dinilai Hancurkan Masa Depan Papua

“Kecacingan bisa menyebabkan anemia, menurunkan kecerdasan anak sekolah, serta mengganggu status gizi. Percuma makanan bagus kalau di dalam tubuhnya banyak cacing,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyakit cacingan erat kaitannya dengan perilaku hidup bersih, seperti kebiasaan bermain di tanah tanpa alas kaki, tidak mencuci tangan sebelum makan, serta kondisi lingkungan yang kurang bersih.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Mimika mengajak para orang tua untuk berperan aktif mendukung program POPM dengan memastikan anak-anak meminum obat cacing yang telah diberikan petugas.

“Obatnya jangan hanya diterima lalu disimpan. Harus diminum agar tujuan pencegahan dan eradikasi cacingan bisa tercapai,” pungkasnya.

Gelombang Kekerasan di Papua Tuai Kecaman, Tokoh Adat: Ini Sudah Melampaui Batas Kemanusiaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement