Olahraga Puncak
Beranda / Puncak / Servis Persahabatan di Puncak Jaya: Saat TNI dan Pemuda Kampung Dokome Berbagi Lapangan dan Tawa

Servis Persahabatan di Puncak Jaya: Saat TNI dan Pemuda Kampung Dokome Berbagi Lapangan dan Tawa

Di tengah hamparan hijau Puncak Jaya, Papua Tengah, sebuah pertandingan bola voli sederhana berubah menjadi ruang keakraban yang penuh makna. Minggu (18/1/2026), prajurit Satgas Mobile Yonif 613/Raja Alam bersama Den II Rajawali 2 Yonif 502/Ujwala Yudha meluangkan waktu bermain voli bersama pemuda Kampung Dokome, menghadirkan suasana hangat yang jauh dari kesan formal tugas pengamanan.

Lapangan kampung mendadak hidup. Sorak-sorai warga mengiringi setiap reli bola, tawa dan canda mengalir tanpa sekat. Tidak ada jarak antara aparat dan masyarakat—yang ada hanyalah semangat kebersamaan dan sportivitas. Pertandingan ini bukan tentang menang atau kalah, melainkan tentang membangun rasa saling percaya dan persaudaraan.

Komandan Titik Kuat (TK) Dokome, Kapten Inf Sudarno, menegaskan bahwa olahraga bersama menjadi bagian penting dari pendekatan komunikasi sosial TNI di wilayah penugasan.

“Melalui olahraga bersama, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun kepercayaan dengan masyarakat. Selain menyehatkan, kegiatan ini menumbuhkan kebersamaan, persatuan, dan sportivitas,” ujarnya.

Sambutan positif juga datang dari pemuda setempat. Matius Tabuni, tokoh pemuda Kampung Dokome, mengungkapkan rasa senangnya atas kegiatan tersebut.

Tokoh Adat dan Pemuda Serukan Damai, Kekerasan Dinilai Hancurkan Masa Depan Papua

“Kami senang bisa bermain bersama bapak-bapak TNI. Kegiatan seperti ini membuat kami merasa diperhatikan dan semakin dekat. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus dilakukan,” katanya.

Melalui sentuhan humanis di lapangan voli, Satgas Mobile Yonif 613/Raja Alam dan Den II Rajawali 2 Yonif 502/Ujwala Yudha menunjukkan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak semata menjalankan tugas keamanan, tetapi juga membangun hubungan sosial yang hangat dan bermakna. Dari servis hingga smash persahabatan, tercipta harapan akan Papua yang aman, damai, dan kondusif, tumbuh dari kebersamaan di tingkat kampung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement