Kesehatan Nabire
Beranda / Nabire / Pemkab Nabire Perkuat Kapasitas Kader Posyandu untuk Cegah Stunting dan Penyakit Menular

Pemkab Nabire Perkuat Kapasitas Kader Posyandu untuk Cegah Stunting dan Penyakit Menular

NABIRE, PapuaTengah.news – Pemerintah Kabupaten Nabire memperkuat kapasitas kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan yang berfokus pada pencegahan dan penanganan stunting, HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), serta malaria.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, di Aula Auditorium RRI Nabire, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan itu, Burhanuddin membacakan sambutan tertulis Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang mengikuti kegiatan tersebut, termasuk para kader yang berasal dari wilayah terpencil, seperti Menou, Dipa, Teluk Umar, Yaur, hingga Siriwo.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kader Posyandu merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan kesehatan yang lebih baik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kader Posyandu Berperan Penting dalam Pelayanan Kesehatan

Burhanuddin menyampaikan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan kesehatan, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi, mendampingi keluarga, serta menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Bapperida Papua Tengah Dorong Program BANGKIT, Prevalensi Stunting Capai 32,5 Persen

Melalui pelatihan tersebut, para kader diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam mengenali tanda awal masalah kesehatan, melakukan pendampingan sesuai kemampuan, serta menyampaikan laporan secara cepat kepada petugas kesehatan apabila menemukan kasus yang membutuhkan penanganan.

Menurutnya, kemampuan deteksi dini sangat penting agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat segera memperoleh perhatian dan penanganan yang tepat.

Ia juga mengimbau seluruh peserta memanfaatkan kegiatan pelatihan dengan sebaik-baiknya sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di kampung dan kelurahan masing-masing.

Pelayanan Kesehatan Harus Menyesuaikan Kondisi Wilayah

Wakil Bupati Nabire turut menyoroti kondisi geografis Kabupaten Nabire yang memiliki karakteristik wilayah pesisir, kepulauan, perkotaan, dan pegunungan. Perbedaan kondisi tersebut membutuhkan pendekatan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Di wilayah pesisir dan pegunungan, perlu ada perhatian terhadap jangkauan pelayanan agar masyarakat yang berada jauh dari pusat layanan kesehatan tetap memperoleh akses yang memadai. Sementara itu, di kawasan perkotaan, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan dan kebersihan lingkungan juga perlu terus dilakukan.

Dinas Pendidikan Mimika dan YPMAK Perkuat Sinergi, Bagi Peran Penanganan Pendidikan

Burhanuddin menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus dilaksanakan secara merata dengan memperhatikan tantangan geografis, akses informasi, serta kondisi sosial masyarakat.

Keterlibatan kader Posyandu dinilai penting untuk membantu pemerintah dan tenaga kesehatan memahami kebutuhan warga, terutama keluarga yang memerlukan pendampingan lebih intensif.

Pencegahan Stunting Dimulai dari Pendampingan Keluarga

Dalam upaya mencegah stunting, pemerintah daerah meminta para kader Posyandu memberikan perhatian kepada ibu hamil, bayi, balita, serta keluarga yang memiliki risiko masalah gizi dan pertumbuhan anak.

Pendampingan keluarga dan penyampaian informasi kesehatan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan anak, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Kader Posyandu juga diharapkan mampu membantu mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan perhatian lebih lanjut dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan agar memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan.

PUPR Mimika Rekonstruksi Jalan Hasanudin Menuju Pasar Sentral Timika

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan produktif.

Edukasi HIV/AIDS dan TBC Tanpa Stigma

Selain stunting, kegiatan tersebut memberikan perhatian pada pencegahan dan penanganan HIV/AIDS serta TBC. Burhanuddin mengimbau masyarakat untuk mengedepankan edukasi, meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan, dan tidak memberikan stigma negatif kepada orang yang mengalami penyakit tersebut.

Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai penyakit dan dukungan lingkungan sangat diperlukan agar masyarakat tidak takut mencari pertolongan medis.

Para kader diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi kesehatan secara tepat serta mendorong warga untuk mengakses layanan kesehatan ketika membutuhkan pemeriksaan atau penanganan.

Dengan pendekatan yang mengedepankan edukasi dan kepedulian, upaya pencegahan penyakit menular diharapkan dapat berjalan lebih efektif tanpa menimbulkan diskriminasi terhadap pasien.

Kebersihan Lingkungan untuk Mencegah Malaria

Dalam pembahasan mengenai malaria, Burhanuddin mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah terbentuknya tempat perkembangbiakan nyamuk.

Ia juga mengingatkan kembali dampak serius malaria yang pernah terjadi di Nabire pada masa lalu apabila tidak diantisipasi dengan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala penyakit dan segera mengakses pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang membutuhkan pemeriksaan.

Kader Posyandu diharapkan ikut berperan dalam menyampaikan informasi mengenai pencegahan malaria, menjaga kebersihan lingkungan, serta mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan

Burhanuddin menegaskan bahwa kader Posyandu tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Diperlukan kerja sama antara kader, pemerintah kampung dan kelurahan, pemerintah distrik, Puskesmas, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar edukasi, pendampingan keluarga, deteksi dini, dan pelaporan masalah kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dukungan berbagai pihak juga diharapkan membantu mengatasi kendala pelayanan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses, sehingga program kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Pelatihan Diharapkan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Nabire melalui pemukulan gong. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kader dalam mendukung pelayanan kesehatan di lingkungan masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Nabire berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi diterapkan dalam tugas sehari-hari, terutama dalam pendampingan keluarga, pencegahan penyakit, dan penyampaian informasi kesehatan.

Melalui penguatan peran kader Posyandu serta kolaborasi lintas sektor, Pemkab Nabire berupaya mendorong pelayanan kesehatan yang lebih merata dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, demi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement