Nabire
Beranda / Nabire / Dewan Kesenian Nabire Dorong Pembentukan Ekosistem Seni dan Budaya Berkelanjutan

Dewan Kesenian Nabire Dorong Pembentukan Ekosistem Seni dan Budaya Berkelanjutan

NABIRE, PapuaTengah.news – Kabupaten Nabire memiliki potensi besar di bidang seni dan budaya yang didukung oleh beragam talenta lokal. Namun, keterbatasan modal, akses pemasaran, serta belum optimalnya pengelolaan organisasi seni menjadi tantangan bagi para seniman untuk mengembangkan karya dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Nabire, Samsor Wataha, menilai pengembangan kesenian di daerah tersebut membutuhkan dukungan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Menurutnya, potensi para seniman tidak cukup hanya ditampilkan melalui kegiatan atau pameran sesaat, tetapi perlu didukung oleh ekosistem yang memungkinkan karya seni berkembang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelakunya.

“Hikmat talenta bakat yang Tuhan kasih kepada kami, kami jual untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Samsor saat diwawancarai, Kamis (22/10/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan kondisi sebagian seniman yang mengandalkan keterampilan dan karya mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak agar potensi seni lokal dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan peluang ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya Nabire.

Seniman Membutuhkan Wadah Induk

Samsor menjelaskan, salah satu persoalan yang dihadapi para seniman di Nabire adalah belum tersedianya wadah induk yang mampu menaungi dan mengoordinasikan berbagai kelompok seni secara terstruktur.

Bapperida Papua Tengah Dorong Program BANGKIT, Prevalensi Stunting Capai 32,5 Persen

Saat ini, sejumlah kelompok seni masih menjalankan aktivitas masing-masing tanpa koordinasi yang menyeluruh. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pelaksanaan program bersama, penyelenggaraan festival, serta upaya membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi terkait.

“Harus ada wadah dulu. Kalau ada wadah, mungkin semua akan teratur dan terurus rapi. Kami bisa menggelar festival-festival dan kegiatan lainnya. Tinggal bagaimana kami bekerja sama dengan pemerintah, dalam arti merangkul dinas-dinas terkait dengan baik agar seniman kami bisa berkiprah. Tetapi untuk sementara ini, wadah itu belum ada, jadi masing-masing jalan sendiri dengan grupnya,” jelasnya.

Menurut Samsor, keberadaan wadah resmi akan membantu para seniman menyatukan visi, menyusun agenda kegiatan, serta memperluas kesempatan untuk menampilkan karya mereka.

Ia optimistis, melalui pengorganisasian yang lebih baik dan dukungan pemerintah, seniman Nabire dapat memperoleh kesempatan berkiprah tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di tingkat provinsi hingga nasional.

Program Pelestarian Budaya Dimulai dari Distrik

Selain mendorong pembentukan wadah induk, Dewan Kesenian Kabupaten Nabire juga telah menyiapkan sejumlah rencana kegiatan yang berfokus pada pelestarian adat dan budaya lokal.

Dinas Pendidikan Mimika dan YPMAK Perkuat Sinergi, Bagi Peran Penanganan Pendidikan

Samsor menyampaikan bahwa pelaksanaan program akan dilakukan dengan memperhatikan karakteristik budaya di setiap wilayah. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keaslian tradisi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat setempat untuk terlibat secara langsung.

“Kami akan mulai dari distrik ke kota. Karena kalau kita buat dari kota kembali ke distrik, yang jelas budayanya akan terbolak-balik,” tegasnya.

Pendekatan dari distrik menuju pusat kota tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi setiap wilayah untuk memperkenalkan kekayaan budaya sesuai dengan karakter dan tradisi masing-masing.

Dengan demikian, kegiatan kesenian tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat di distrik dan menjadi sarana pewarisan nilai budaya kepada generasi berikutnya.

Butuh Gedung Bersama untuk Studio dan Pameran

Salah satu kebutuhan yang dinilai mendesak adalah tersedianya gedung yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas para seniman. Fasilitas tersebut diharapkan berfungsi sebagai studio bersama, tempat pelaksanaan lokakarya atau workshop, serta ruang pameran karya secara berkala.

PUPR Mimika Rekonstruksi Jalan Hasanudin Menuju Pasar Sentral Timika

Keberadaan ruang bersama dinilai dapat mempermudah seniman untuk berkolaborasi, mengembangkan keterampilan, dan memperkenalkan hasil karya kepada masyarakat luas.

Selain itu, galeri seni yang terbuka dan mudah diakses masyarakat juga diperlukan agar karya seniman lokal tidak hanya dinikmati kalangan tertentu, tetapi dapat dikenal serta diapresiasi oleh berbagai lapisan masyarakat.

Ruang pameran tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mempertemukan seniman dengan masyarakat, sekaligus membuka peluang pemasaran karya dan memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya lokal.

Regenerasi Seniman Jadi Perhatian

Fasilitas kesenian yang memadai juga diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran dan regenerasi seniman di Kabupaten Nabire.

Melalui studio bersama, para seniman senior dari berbagai bidang, seperti seni ukir, musik, tari dan seni rupa, dapat dilibatkan untuk membagikan pengetahuan serta pengalaman kepada generasi muda dan para pemula.

Proses pembelajaran tersebut dinilai penting untuk memastikan keterampilan, teknik berkarya, serta nilai-nilai budaya lokal dapat diwariskan secara berkelanjutan.

Regenerasi juga menjadi langkah strategis untuk menjaga agar seni dan budaya khas Nabire tetap hidup di tengah perubahan zaman. Dengan adanya ruang belajar dan kesempatan berkarya, generasi muda diharapkan dapat mengenal, mengembangkan, serta melanjutkan tradisi seni yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Kolaborasi Pemerintah dan Seniman Diharapkan Diperkuat

Pengembangan kesenian di Nabire membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, dinas terkait, komunitas seni dan masyarakat. Dukungan tersebut diperlukan untuk memperkuat kelembagaan, menyediakan fasilitas, membuka akses pemasaran, serta memberikan kesempatan bagi seniman untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.

Dewan Kesenian Kabupaten Nabire berharap potensi seni lokal dapat dikelola secara lebih terarah sehingga tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi para pelakunya.

Melalui pembentukan wadah bersama, penyediaan fasilitas kesenian, program pelestarian budaya berbasis distrik, serta pembinaan generasi muda, Nabire diharapkan dapat membangun ekosistem seni yang berkelanjutan.

Upaya tersebut menjadi penting agar para seniman memiliki ruang untuk terus berkarya, masyarakat semakin mengenal kekayaan budayanya, dan warisan seni lokal dapat diteruskan kepada generasi mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement