Lingkungan Nabire
Beranda / Nabire / Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Sekolah, Dinas Pendidikan Nabire Siapkan Opsi PJJ

Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Sekolah, Dinas Pendidikan Nabire Siapkan Opsi PJJ

NABIRE, PapuaTengah.news – Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire mengeluarkan imbauan kepada seluruh satuan pendidikan untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran menyusul kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang mulai memengaruhi sejumlah wilayah di Nabire.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Dra. Dina Pidjer, M.M., melalui surat tertanggal 14 September 2026 meminta para kepala sekolah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru serta seluruh tenaga kependidikan selama kondisi kabut asap berlangsung.

SEKOLAH TERDAMPAK DAPAT TERAPKAN PJJ

Dalam imbauannya, sekolah yang berada di wilayah dengan kondisi udara tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka diberikan pilihan melaksanakan kegiatan belajar secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kebijakan tersebut dimaksudkan agar proses pendidikan tetap dapat berlangsung tanpa memaksa peserta didik maupun tenaga pendidik beraktivitas di lingkungan yang berpotensi meningkatkan paparan asap.

Sementara bagi sekolah yang masih memungkinkan menjalankan pembelajaran tatap muka, Dinas Pendidikan memberikan opsi untuk mengurangi durasi setiap Jam Pelajaran (JP) sebanyak 10 menit.

PSSI Papua Tengah Perkuat Pembinaan Talenta dan Tata Kelola Organisasi

EKSTRAKURIKULER LUAR RUANGAN DITIADAKAN

Selain penyesuaian kegiatan belajar mengajar, seluruh kegiatan ekstrakurikuler untuk sementara diminta dihentikan, terutama aktivitas yang dilakukan di luar ruangan.

Para kepala sekolah juga diminta melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi kabut asap dan kesehatan warga sekolah. Pemantauan mencakup kondisi peserta didik, guru maupun tenaga kependidikan.

Apabila situasi berubah dan dinilai berpotensi membahayakan kesehatan, pihak sekolah diminta segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire untuk menentukan langkah selanjutnya.

KESELAMATAN WARGA SEKOLAH DIUTAMAKAN

Dina menegaskan bahwa keberlangsungan proses pendidikan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, kondisi kesehatan dan keselamatan warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran.

“Kesehatan anak-anak kita adalah prioritas. Pembelajaran tetap berjalan, tetapi keselamatan harus diutamakan,” demikian penegasan dalam imbauan tersebut.

Komunitas Anak Danau Bersihkan Sampah di Muara Kali Atouda, Minta Dukungan Kendaraan

Penyesuaian pola pembelajaran ini merupakan respons terhadap kondisi kabut asap Karhutla yang dalam beberapa hari terakhir kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Nabire.

Dinas Pendidikan berharap seluruh kepala satuan pendidikan dapat menjalankan kebijakan tersebut secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan masing-masing sekolah, sehingga kegiatan pendidikan tetap berjalan sekaligus mengurangi risiko paparan asap bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement