NABIRE, PapuaTengah.news – Keluarga Besar Yason Nawipa meminta Pemerintah Kabupaten Nabire mempercepat agenda mediasi bersama Suku Wate/Warai terkait persoalan tanah yang saat ini menjadi perhatian kedua pihak.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Tim Pejuang Keluarga Besar Yason Nawipa, Deki Nawipa. Ia mengatakan pihaknya menyambut baik rencana pemerintah daerah untuk memfasilitasi pertemuan guna membahas persoalan tersebut secara terbuka dan melalui musyawarah.
Siap Hadir dalam Proses Mediasi
Deki menyatakan Keluarga Besar Yason Nawipa siap mengikuti mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Nabire. Pihaknya juga siap menyampaikan berbagai dokumen, sejarah dan bukti yang dimiliki dalam proses pembahasan.
“Kami meminta agar agenda mediasi yang sudah direncanakan Pemerintah Kabupaten Nabire dapat dipercepat. Kami siap hadir dan menyampaikan sejarah, dokumen, serta bukti-bukti yang kami miliki,” ujar Deki Nawipa.
Menurutnya, penyelesaian persoalan melalui mediasi dinilai menjadi langkah yang baik agar setiap pihak dapat menyampaikan pandangan dan bukti secara terbuka.
Utamakan Penyelesaian Secara Damai
Deki menegaskan pihaknya mengedepankan penyelesaian secara damai, terbuka, adil dan bermartabat serta menghormati proses yang dilakukan pemerintah daerah.
Ia berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi hambatan bagi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Nabire.
“Kami tidak ingin persoalan ini menjadi hambatan bagi pembangunan. Kami berharap melalui mediasi ini dapat tercipta penyelesaian yang baik sehingga proses pembangunan pemerintah dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif,” katanya.
Minta Semua Pihak Menahan Diri
Deki juga mengajak seluruh pihak memberikan ruang kepada Pemerintah Kabupaten Nabire untuk memfasilitasi pertemuan dengan menghadirkan pihak-pihak yang berkepentingan.
Menurutnya, penyelesaian harus mengedepankan musyawarah serta mempertimbangkan bukti dan ketentuan yang berlaku.
“Prinsip kami jelas, yaitu menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan berdasarkan bukti serta ketentuan yang berlaku. Kami siap mengikuti proses mediasi dan menghormati hasil pembahasan yang dilakukan secara adil dan transparan,” tegasnya.
Ia menilai penyelesaian yang baik akan memberikan kepastian bagi para pihak sekaligus membantu menjaga keamanan dan suasana kondusif sehingga pembangunan di Kabupaten Nabire dapat terus berjalan.

Komentar