NABIRE, PapuaTengah.news – Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Nabire, Senin (5/10/2026). Upacara tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Danrem 173/PVB Bacakan Amanat Panglima TNI
Upacara dipimpin Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto selaku inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, Danrem membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun 2026 mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI atas dedikasi, loyalitas serta pengabdian yang diberikan kepada bangsa dan negara.
Kepercayaan Masyarakat Menjadi Amanah
Panglima TNI menegaskan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga. Kepercayaan tersebut perlu diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, berintegritas dan mengutamakan kepentingan bangsa.
“Sejalan dengan itu, negara terus memperkuat TNI melalui peningkatan kesejahteraan prajurit serta modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam),” tegas Panglima TNI dalam amanat yang dibacakan Danrem 173/PVB.
Menurutnya, perkembangan lingkungan strategis juga menghadirkan tantangan yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif, ancaman terhadap keutuhan wilayah hingga tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara.
PRIMA Jadi Budaya dalam Pelaksanaan Tugas
Menghadapi berbagai tantangan tersebut, seluruh prajurit dan ASN TNI diminta menjadikan PRIMA sebagai budaya dalam menjalankan tugas. PRIMA merupakan akronim dari Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.
Profesional berarti prajurit harus menguasai tugas dan tanggung jawab, meningkatkan kemampuan melalui latihan serta bertindak berdasarkan hukum dan menjunjung tinggi integritas.
Sikap Responsif diwujudkan melalui kepekaan terhadap perubahan lingkungan tugas, kemampuan mendeteksi potensi ancaman sejak dini serta mengambil tindakan secara cepat, tepat dan terukur.
Sementara Integratif menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus mendukung pembangunan.
Dorong Penguasaan Teknologi dan Kemampuan Adaptasi
Aspek Modern diarahkan pada penguasaan alpalhankam dan teknologi secara optimal untuk meningkatkan daya tangkal dan kemampuan TNI menghadapi perkembangan ancaman.
Adapun sikap Adaptif menuntut setiap prajurit menjadikan pengalaman sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran, terus berinovasi serta mampu menyesuaikan doktrin dan pendidikan dengan perkembangan lingkungan strategis.
Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh keluarga besar TNI untuk senantiasa memanjatkan doa agar diberikan kekuatan, perlindungan dan kelancaran dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia. TNI PRIMA, TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur,” pungkasnya.

Komentar