TIMIKA, PapuaTengah.news – Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan menggelar apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan bencana 2026 di Kantor Pusat Pemerintahan SP3.
Apel tersebut menjadi langkah pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana serta seluruh sumber daya yang dimiliki dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini mengingat bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa dapat diprediksi secara pasti.
“Bencana itu datangnya tiba-tiba tidak pernah kita duga. Oleh karena itu penanganannya harus dilakukan secara cepat dan tepat sehingga musibah dapat dikendalikan agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar,” ujar Johannes di Timika, Jumat.
PASTIKAN PERSONEL DAN PERALATAN SIAP DIGERAKKAN
Johannes menjelaskan, apel kesiapsiagaan menjadi momentum untuk menyatukan persepsi seluruh unsur yang terlibat sekaligus memastikan personel maupun peralatan dalam kondisi siap digunakan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dan komitmen dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh sektor khususnya dalam upaya menanggulangi bencana,” ujarnya.
Melalui apel tersebut, setiap instansi yang tergabung dalam satuan tugas diharapkan dapat mempersiapkan berbagai kebutuhan penanggulangan bencana, mulai dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana hingga dukungan lainnya.
Menurutnya, kesiapan yang dibangun secara terpadu akan mempercepat proses penanganan ketika bencana terjadi.
“Dengan kesiapan yang baik kita berharap setiap potensi bencana dapat diantisipasi, ditangani dengan cepat, tepat, terkoordinasi,” katanya.
KEMARAU PANJANG TINGKATKAN RISIKO KEBAKARAN
Johannes menegaskan bahwa bencana alam tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian material, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat.
“Oleh karena itu kita harus siaga, siaga merupakan bagian penting bertujuan untuk mencegah risiko dan kerugian akibat bencana,” ujarnya.
Saat ini, Kabupaten Mimika tengah menghadapi kondisi kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino. Kondisi tersebut menyebabkan kekeringan sekaligus meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Karena itu, masyarakat diminta turut berperan dalam mencegah munculnya titik api, terutama dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi menyebarkan api.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan pertanian baru dengan cara membakar, mengingat kondisi lahan yang relatif kering dan rawan terbakar.
PERKUAT SINERGI ANTARINSTANSI
Apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan bencana 2026 tersebut diikuti sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, unsur TNI-Polri, SAR Timika serta instansi vertikal di wilayah setempat.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di Kabupaten Mimika.
Pemkab Mimika berharap kesiapan personel, peralatan dan koordinasi yang telah dibangun dapat memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan pencegahan maupun penanganan bencana secara cepat, tepat dan terkoordinasi.

Komentar