NABIRE, PapuaTengah.news – Kepungan asap tebal yang masih menyelimuti Kota Nabire mulai berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Kondisi cuaca yang kurang baik mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire mengeluarkan kebijakan penyesuaian kegiatan pembelajaran untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik maupun seluruh warga sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, M.M., melalui pemberitahuan tertanggal 26 Agustus 2026, meminta seluruh satuan pendidikan menyesuaikan proses pembelajaran dengan kondisi cuaca yang terjadi.
Dalam kebijakan tersebut, sekolah diminta tetap memprioritaskan aspek aman, sehat, nyaman dan konsentrasi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Waktu Pembelajaran Dapat Dikurangi
Salah satu poin kebijakan menyebutkan bahwa sekolah dapat mengurangi waktu pembelajaran selama 10 menit pada setiap satu jam pelajaran apabila kondisi cuaca kurang baik.
Penyesuaian tersebut dilakukan tanpa mengurangi efektivitas, capaian maupun kualitas pembelajaran.
Kepala sekolah juga diminta berkoordinasi dengan guru dan tenaga kependidikan untuk mengatur kembali jadwal pembelajaran secara tertib sesuai kondisi di masing-masing sekolah.
Apabila kondisi cuaca semakin memburuk dan dinilai membahayakan, kepala sekolah dapat mengambil langkah sesuai situasi dengan tetap melakukan koordinasi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.
Guru Diminta Fokus pada Materi Esensial
Dinas Pendidikan juga meminta para guru memanfaatkan waktu pembelajaran secara efektif dengan mengutamakan materi-materi esensial.
Selain pencapaian pembelajaran, kondisi fisik dan psikologis peserta didik juga diminta menjadi perhatian selama cuaca kurang baik.
Kebijakan tersebut bersifat situasional. Penyesuaian pembelajaran hanya diberlakukan selama kondisi cuaca kurang baik dan akan disesuaikan kembali apabila keadaan telah normal.
Selama kondisi tersebut berlangsung, kegiatan ekstrakurikuler dan les juga diminta untuk ditiadakan.
“Keselamatan peserta didik dan seluruh warga sekolah adalah prioritas utama kita bersama,” demikian penegasan dalam pemberitahuan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.
TK Bustanul Atfal Pulangkan Siswa Lebih Awal
Dampak kondisi udara mulai dirasakan secara langsung oleh sejumlah sekolah di Nabire. Salah satunya TK Bustanul Atfal Yapis Nabire yang memilih mempersingkat waktu pembelajaran demi menjaga kondisi anak-anak.
Berdasarkan informasi yang diterima, waktu belajar dikurangi sekitar 30 menit dari jadwal kepulangan biasanya. Pada Kamis (27/8/2026), kegiatan pembelajaran di TK tersebut berlangsung hingga pukul 09.30 WIT.
Pihak sekolah juga tidak mengizinkan anak-anak bermain di luar halaman sekolah karena kondisi lingkungan yang berdebu dan kualitas udara yang kurang baik.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan anak-anak selama kondisi cuaca belum kembali normal.
Pembelajaran Kembali Normal Saat Kondisi Membaik
Pihak sekolah menyatakan kegiatan pembelajaran akan kembali berjalan seperti biasa apabila kondisi cuaca telah membaik.
Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire mengajak seluruh satuan pendidikan tetap memberikan pelayanan pendidikan terbaik dengan mengedepankan prinsip aman, sehat dan nyaman.
Kondisi asap yang menyelimuti Nabire kini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi mulai memengaruhi sektor pendidikan. Penyesuaian kegiatan belajar menjadi langkah sementara agar proses pendidikan tetap berlangsung tanpa mengesampingkan keselamatan dan kesehatan peserta didik maupun warga sekolah.

Komentar