Mimika
Beranda / Mimika / Koops TNI Habema Amankan Senjata Api dan Sejumlah Barang Bukti di Intan Jaya

Koops TNI Habema Amankan Senjata Api dan Sejumlah Barang Bukti di Intan Jaya

TIMIKA, Papuatengah.news – Prajurit Komando Operasi TNI Habema mengamankan sepucuk senjata api jenis revolver dan satu senjata rakitan yang diduga milik kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Apeni Kobogau di Kampung Gamagai, Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Kepala Penerangan Komando Operasi TNI Habema Letnan Kolonel Infanteri M. Wirya Arthadiguna mengatakan pengamanan tersebut merupakan hasil dari patroli pengamanan wilayah yang dilakukan prajurit di tengah kondisi medan yang cukup berat.

“Prajurit Koops TNI Habema akan terus melaksanakan tugas secara selektif, terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah Papua,” ujar Wirya di Timika, Sabtu.

Amankan Senjata dan Sejumlah Barang Bukti

Selain dua senjata tersebut, prajurit juga mengamankan tujuh butir amunisi, satu kotak munisi senapan angin, satu panah beserta lima anak panah, dua noken, satu bendera Bintang Kejora, satu senter, serta sembilan baterai.

Wirya menjelaskan pengamanan barang-barang tersebut bermula ketika prajurit melaksanakan patroli di sekitar Kampung Gamagai.

BP3OKP Papua Tengah Dorong Perbaikan Tata Kelola Otsus Jadi Momentum HUT Kemerdekaan

Patroli dilakukan dalam kondisi medan yang gelap dan terjal serta suhu yang sangat dingin. Dalam pelaksanaan tugas, prajurit tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.

“Suara anjing serta cahaya senter yang terpantau di sekitar sungai menjadi petunjuk awal, yang kemudian ditindaklanjuti melalui observasi menggunakan drone,” katanya.

Pantauan Drone Temukan Pergerakan

Dari hasil pemantauan udara, personel mendapati adanya pergerakan tiga orang yang menyusuri sungai menuju wilayah Distrik Ugimba.

Ketiga orang tersebut kemudian terpantau berhenti di sebuah honai yang diduga digunakan sebagai tempat persinggahan.

Informasi hasil pemantauan selanjutnya dilaporkan secara berjenjang untuk menentukan langkah penanganan. Koordinasi kemudian dilakukan dengan menambah kekuatan personel dari TK Gamagai.

Kapolres Nabire: Pendekatan Humanis Jaga 13 Aksi Unjuk Rasa Tetap Kondusif

Pasukan selanjutnya bergerak menuju lokasi untuk melakukan penindakan terhadap honai yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok tersebut.

Kelompok Melarikan Diri ke Kawasan Hutan

Penyergapan dilakukan pada Sabtu dini hari dan prajurit berhasil menguasai honai yang menjadi lokasi persinggahan.

Saat penindakan berlangsung, kelompok yang diduga terkait dengan TPNPB-OPM tersebut melarikan diri menuju kawasan hutan dan wilayah ketinggian yang mengarah ke Kampung Kulapa.

Setelah lokasi dikuasai, personel melakukan pemeriksaan dan menemukan sejumlah barang yang kemudian diamankan sebagai barang bukti, termasuk senjata api, senjata rakitan dan amunisi.

Wirya mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kesiapsiagaan, kecermatan serta koordinasi personel dalam melaksanakan patroli pengamanan wilayah.

Lima Alumnus SATP Mimika Berhasil Lanjutkan Pendidikan ke Luar Negeri

Menurutnya, kondisi geografis Papua yang berat dan penuh tantangan membutuhkan kewaspadaan serta koordinasi yang baik dalam setiap pelaksanaan tugas.

Utamakan Keselamatan Masyarakat

Wirya menegaskan bahwa pelaksanaan patroli dan pengamanan wilayah dilakukan secara selektif, terukur dan profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

Ia mengatakan prajurit Koops TNI Habema akan terus menjalankan tugas pengamanan untuk menjaga stabilitas wilayah sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Keberhasilan tersebut menjadi gambaran nyata ketangguhan prajurit Koops TNI Habema dalam melaksanakan tugas di tengah medan Papua yang berat dan penuh tantangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam setiap pelaksanaan tugas, prajurit tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta berupaya menjaga agar masyarakat tidak menjadi korban dalam setiap perkembangan situasi keamanan di wilayah Papua.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement