NABIRE, Papuatengah.news – Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menyatakan pendekatan humanis yang diterapkan TNI-Polri dalam mengawal kegiatan penyampaian aspirasi turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, tetap aman dan kondusif.
Samuel di Nabire, Sabtu, mengatakan sepanjang 2026 terdapat 13 unjuk rasa berskala besar yang berlangsung di wilayah Nabire. Setiap kegiatan yang melibatkan ratusan massa dikawal dengan mengedepankan pendekatan humanis, terukur serta tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
“Pendekatan yang mengedepankan pola tindakan humanis, terukur, serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis menjadi kunci utama terciptanya situasi kamtibmas yang tetap harmonis dan terkendali hingga akhir kegiatan,” katanya.
13 Aksi Dikawal secara Humanis
Samuel menjelaskan keberhasilan pengamanan 13 aksi yang berlangsung sejak April 2026 tersebut tidak terlepas dari perencanaan dan koordinasi lintas sektor.
Koordinasi melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat serta berbagai pihak terkait untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman sekaligus tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada personel TNI, Brimob dan jajaran Polda Papua Tengah yang turut terlibat dalam pengamanan berbagai aksi penyampaian aspirasi di Nabire.
Menurutnya, sinergi dan soliditas antara aparat keamanan dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
Aksi KNPB Berlangsung Tertib
Salah satu aksi terbaru berlangsung pada Sabtu (15/8/2026), ketika massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Nabire menyampaikan sejumlah aspirasi berkaitan dengan Perjanjian New York 1962, Pepera 1969, militerisme di Papua dan dugaan pelanggaran HAM.
Massa melakukan long march dari titik kumpul menuju Kantor DPR Papua Tengah. Kegiatan tersebut mendapat pengawalan sebanyak 709 personel gabungan TNI, Polri dan Satpol PP.
Pengamanan langsung dilakukan Kapolres Nabire bersama Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek untuk memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Setelah aspirasi disampaikan dan diterima langsung oleh perwakilan anggota DPR Papua Tengah, massa KNPB kemudian membubarkan diri secara tertib.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.
DPR Apresiasi Ruang Demokrasi
Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah John Gobay mengapresiasi pola pengamanan yang dinilai tetap memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara aman dan damai.
Menurutnya, Polda Papua Tengah dan Polres Nabire telah memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.
“Kita di Nabire tetap kondusif sampai hari ini. Hal itu bukti keharmonisan antara legislatif dan aparat keamanan dalam menghargai proses penyampaian aspirasi masyarakat dapat berjalan dengan baik,” katanya.
John juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Papua Tengah, Wakapolda, Kapolres Nabire, Danrem serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan kegiatan penyampaian aspirasi.
Dorong Komunikasi Sebelum Aksi
John berharap pola pengamanan yang tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara demokratis dapat terus dipertahankan.
Menurutnya, masyarakat harus tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi tanpa merasa kebebasan demokrasi dibatasi, selama kegiatan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, ia mengimbau setiap kelompok masyarakat yang hendak melaksanakan aksi untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan aparat keamanan sebelum kegiatan berlangsung.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire.

Komentar