NABIRE, Papuatengah.news – SMK Kesehatan Anigou Nabire resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi 56 peserta didik baru pada Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus mempersiapkan diri menjadi calon tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter.
Kepala SMK Kesehatan Anigou Nabire, Yosafat Nawipa, S.Pd, menyampaikan bahwa MPLS merupakan jembatan bagi peserta didik untuk saling mengenal, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta memahami tanggung jawab sebagai bagian dari dunia pendidikan kesehatan.
Sambut Peserta Didik Baru
Dalam sambutannya, Yosafat Nawipa mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru yang telah bergabung di SMK Kesehatan Anigou Nabire.
Ia menegaskan bahwa sejak mengikuti MPLS, para siswa bukan lagi berada pada jenjang sekolah menengah pertama, melainkan telah memasuki pendidikan kejuruan yang akan mempersiapkan mereka menjadi tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan integritas.
Tanamkan Tanggung Jawab Profesi
Kepala sekolah mengingatkan bahwa seragam yang nantinya dikenakan para siswa bukan sekadar atribut sekolah, melainkan simbol tanggung jawab sebagai calon tenaga kesehatan.
Menurutnya, profesi tenaga kesehatan memiliki peran penting karena akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan sehingga setiap lulusan harus memiliki kemampuan dan tanggung jawab yang tinggi.
Tekankan Penguasaan Kompetensi
Dalam kesempatan tersebut, Yosafat Nawipa berpesan agar seluruh peserta didik memanfaatkan masa pendidikan selama tiga tahun untuk menguasai ilmu keperawatan, farmasi, maupun analisis kesehatan.
Ia menilai penguasaan kompetensi menjadi hal yang sangat penting mengingat setiap tindakan dalam bidang kesehatan memerlukan ketelitian dan profesionalisme agar dapat memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
Dorong Praktik Lapangan
Selain pembelajaran di kelas, pihak sekolah juga mendorong peserta didik untuk aktif mengikuti kegiatan praktik di laboratorium serta Praktek Kerja Lapangan (PKL) di puskesmas maupun rumah sakit.
Menurutnya, pengalaman praktik menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan teknis sekaligus menambah pengalaman nyata sebelum memasuki dunia kerja.
Bentuk Tenaga Kesehatan Berkarakter
Kepala sekolah juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk bersama-sama membina peserta didik agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, etika, dan nilai-nilai keimanan.
Ia menekankan bahwa tenaga kesehatan harus memiliki sikap melayani, ramah, sabar, serta memberikan pelayanan tanpa membedakan latar belakang setiap pasien.
Siapkan Generasi Emas Papua Tengah
SMK Kesehatan Anigou Nabire berharap para peserta didik baru dapat menjadi generasi penerus yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Papua Tengah pada masa mendatang.
Pihak sekolah menilai Kabupaten Nabire dan wilayah Papua Tengah membutuhkan sumber daya manusia di bidang keperawatan, farmasi, dan analisis kesehatan yang kompeten sehingga pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga profesional.
Jadikan MPLS Awal Pembentukan Karakter
Melalui pelaksanaan MPLS selama lima hari, pihak sekolah berharap seluruh peserta didik dapat mengenal lingkungan belajar, membangun kebersamaan, serta menanamkan semangat belajar sejak awal pendidikan.
Sekolah optimistis kegiatan tersebut akan menjadi fondasi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Komentar