Ekonomi Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Papua Tengah Catat Ekspor Perdana 42 Ton Ikan Bawal ke Malaysia, Perkuat Daya Saing Perikanan Daerah

Papua Tengah Catat Ekspor Perdana 42 Ton Ikan Bawal ke Malaysia, Perkuat Daya Saing Perikanan Daerah

TIMIKA, Papuatengah.news – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mencatatkan sejarah baru di sektor kelautan dan perikanan melalui ekspor perdana sebanyak 42 ton ikan bawal ke Malaysia dari Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika.

Ekspor perdana yang dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekonomi Papua Tengah, sekaligus menandai keberhasilan hasil tangkapan nelayan lokal menembus pasar internasional.

Tandai Sejarah Baru Sektor Perikanan

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menyampaikan bahwa ekspor perdana tersebut merupakan momentum bersejarah bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Papua Tengah.

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa hasil laut Papua Tengah tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global dengan membawa nama baik daerah serta masyarakat Papua Tengah.

Dukung Nelayan Lokal

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyatakan bahwa seluruh ikan yang diekspor merupakan hasil tangkapan nelayan lokal di Kabupaten Mimika.

SMK Kesehatan Anigou Nabire Gelar MPLS, Kepala Sekolah Tekankan Pembentukan Karakter dan Kompetensi Siswa Baru

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas nelayan, pemerintah juga menyiapkan bantuan berupa sepuluh unit kapal penangkap ikan lengkap dengan mesin yang diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Perkuat Pengembangan Industri Perikanan

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menilai keberhasilan ekspor perdana tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, koperasi perikanan, pelaku usaha, serta para nelayan.

Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelabuhan perikanan, memperluas akses pasar ekspor, memperkuat sertifikasi mutu produk, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta memastikan keterlibatan masyarakat adat dan Orang Asli Papua (OAP) dalam pengembangan industri perikanan.

Dorong Peningkatan Ekspor

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap keberhasilan pengiriman tiga kontainer ikan bawal ke Malaysia menjadi awal dari peningkatan volume ekspor pada masa mendatang.

Pemerintah optimistis semakin banyak pasar internasional yang dapat dijangkau sehingga komoditas unggulan Papua Tengah mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

BGN Nabire Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Semester II Berjalan Bertahap Sesuai Jadwal Sekolah

Pemkab Mimika Berkomitmen Dukung Perikanan

Pemerintah Kabupaten Mimika menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sektor perikanan melalui pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan nelayan dan koperasi.

Pemerintah berharap ekspor perdana tersebut menjadi awal kegiatan ekspor yang berkelanjutan sehingga semakin banyak produk unggulan Papua Tengah yang mampu menembus pasar dunia dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Libatkan Koperasi dan Nelayan Lokal

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah menjelaskan bahwa ekspor perdana sebanyak 42 ton ikan bawal dikemas dalam tiga kontainer dan dikirim melalui Koperasi Sukses Sejahtera Papua.

Ikan yang diekspor berasal dari hasil tangkapan nelayan lokal di Kampung Akar, Kampung Kipia, dan Kampung Pronggo, Distrik Mimika Barat Tengah, yang selanjutnya disimpan di fasilitas cold storage sebelum diberangkatkan menuju Malaysia.

Perkuat Identitas Produk Papua Tengah

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mendorong agar seluruh proses ekspor dilakukan langsung dari Papua Tengah melalui pelabuhan di Nabire maupun Timika.

Pemprov Papua Tengah Berikan Diskon Pajak Kendaraan hingga 40 Persen untuk Dukung Penertiban BBM Bersubsidi di Nabire

Selain itu, seluruh kemasan produk ekspor diwajibkan menggunakan label Provinsi Papua Tengah sebagai upaya memperkenalkan identitas daerah kepada pasar internasional sekaligus meningkatkan daya saing komoditas perikanan asal Papua Tengah.

Optimistis Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap keberhasilan ekspor perdana ikan bawal ke Malaysia menjadi langkah awal dalam memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Melalui peningkatan ekspor, penguatan kapasitas nelayan, serta perluasan akses pasar internasional, pemerintah optimistis sektor perikanan akan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Papua Tengah secara berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement