Mimika – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika melaksanakan aksi penanganan sampah sekaligus memberikan edukasi kepada warga Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, untuk memanfaatkan kios sampah sebagai tempat menjual sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi.
Kepala DLH Mimika, Jefri Deda, mengatakan kegiatan bersih-bersih tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan Mimika bersih mulai dari kampung hingga Kota Timika.
“Kita mulai dari Distrik Mimika Timur, ini sesuai dengan visi misi bupati membangun dari kampung ke kota,” ujarnya di Timika, Jumat.
DLH Mimika juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar mulai mengumpulkan sampah plastik dan menjualnya melalui kios sampah yang telah disiapkan pemerintah.
Warga diberikan pemahaman bahwa sampah tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat ditukar dengan kebutuhan pokok.
“Kami suruh mereka kumpul sampah plastik dan kami beli melalui kios sampah dengan cara menukarnya dengan sembako,” katanya.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga terlihat antusias membawa sampah plastik untuk dijual dan ditukar dengan bahan kebutuhan pokok.
“Awal kami pikir baru sosialisasi, ternyata jumlah warga yang datang membawa sampah plastik untuk dijual sangat banyak dan mereka tidak terima kalau ditukar dengan mi instan. Mereka maunya beras, telur, gula, dan minyak goreng,” ujar Jefri.
Sebagai solusi, DLH Mimika melakukan penimbangan dan pencatatan seluruh sampah plastik yang dibawa warga sebelum nantinya ditukar dengan sembako sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami timbang dan catat, besok baru membawa barang-barangnya sesuai dengan permintaan mereka,” katanya.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang akan diperingati pada 5 Juni mendatang.
Selain aksi di Mapurujaya, DLH Mimika juga berencana melaksanakan aksi bersih sungai di wilayah Koperapoka, Kota Timika, pada 26 Mei mendatang.
“Ada satu aliran sungai di wilayah itu dipenuhi sampah sehingga sering terjadi banjir ketika hujan. Itu yang nanti kami akan bersihkan,” ujarnya.
DLH Mimika sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi Program Adiwiyata ke sejumlah sekolah di Mimika. Program tersebut merupakan penghargaan pemerintah bagi sekolah yang berhasil menerapkan budaya peduli lingkungan hidup.
Jefri menambahkan, puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Mimika akan dilaksanakan pada 5 Juni di Gedung Eme Neme Yauware.

Komentar