Mimika – Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Mimika atau BRIDA Mimika terus mendorong pengelolaan dan pemanfaatan limbah tailing milik PT Freeport Indonesia menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi yang dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui pengelolaan terintegrasi.
Sekretaris BRIDA Mimika, Darius Sabon Rain, mengatakan pihaknya bersama PT Mimika Abadi Sejahtera, organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, serta tenaga ahli dari lembaga penelitian telah menggelar rapat untuk membahas penyusunan dokumen pengelolaan dan pemanfaatan tailing Freeport.
Menurut Darius, para tenaga ahli meminta pemerintah daerah segera menentukan satu lokasi penampungan material atau stockpile sebagai dasar kajian lanjutan. Kajian tersebut akan mencakup kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), aspek teknis, ekonomi, hingga dampak lingkungan.
“Hasil pembahasan sudah mengerucut pada satu lokasi yang berada di area kerja PT Freeport Indonesia. Lokasi itu nantinya akan menjadi titik penampungan material tailing sebelum didistribusikan keluar daerah,” ujar Darius di Timika, Kamis.
Ia menjelaskan, lokasi tersebut masih berada di dalam kawasan operasional Freeport dan akan segera dibahas bersama pihak perusahaan untuk mendapatkan persetujuan resmi.
“Besok kami akan melakukan pertemuan dengan PT Freeport untuk menyampaikan lokasi yang sudah diputuskan hari ini,” katanya.
Dalam jangka pendek, BRIDA Mimika menargetkan pemanfaatan tailing untuk memenuhi permintaan material konstruksi dari Papua Selatan. Material tailing tersebut direncanakan digunakan sebagai bahan bangunan dan konstruksi di wilayah tersebut.
“Mereka ingin membeli tailing sebagai material konstruksi bangunan di sana,” ujarnya.
Sementara itu, untuk target jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Mimika berencana melakukan hilirisasi tailing dengan membangun pabrik pengolahan guna menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Karena itu, dibutuhkan lokasi yang representatif sebagai kawasan pembangunan industri pengolahan tailing.
Darius berharap lokasi yang telah dibahas dalam rapat bersama dapat segera memperoleh persetujuan dari PT Freeport Indonesia sehingga tahapan kajian lanjutan dan penyusunan master plan dapat dilakukan.
“Kalau Freeport sudah setuju, tenaga ahli akan melanjutkan kajian dan melakukan review kembali terhadap master plan,” katanya.

Komentar