Nabire – Di tengah keterbatasan dukungan pemerintah, seorang putra asli Papua, Wenas Pigome, tetap menunjukkan semangat kemandirian dengan mengembangkan usaha bengkel las dan perbaikan mesin di Karang Barat, Gel-Gel, Kabupaten Nabire.
Usaha yang dirintis sejak 2015 tersebut kini dikenal sebagai salah satu bengkel yang mampu menangani berbagai jenis perbaikan mesin di Nabire. Dengan pengalaman yang dimiliki, Wenas melayani perbaikan mesin diesel, sensor, alat komunikasi (alkom), mesin dap air, hingga berbagai jenis mesin lainnya.
Tak hanya itu, bengkel miliknya juga menyediakan layanan konstruksi besi, seperti pembuatan kanopi rumah, terali jendela dan pintu, pagar besi, bak mobil, hingga jasa pengasahan dan ukiran menggunakan gerinda.
Salah satu pekerja di bengkel tersebut, Jhon Pigome, menyebut usaha ini menjadi bukti bahwa anak asli Papua mampu bersaing dan berkarya di daerahnya sendiri.
“Orang Papua bukan tidak mampu, tetapi sering kali tidak diberikan ruang dan kesempatan. Kami bisa, asalkan diberi peluang yang sama,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung usaha lokal dengan memanfaatkan jasa bengkel milik orang asli Papua. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Selain itu, Wenas berharap pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dapat memberikan perhatian lebih melalui program pelatihan keterampilan, khususnya di bidang las dan teknik mesin, dengan memprioritaskan putra-putri asli Papua.
Menurutnya, sebagai daerah dengan status otonomi khusus, pembangunan sumber daya manusia harus memberikan ruang yang adil bagi masyarakat asli Papua untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.
Wenas menegaskan, usaha bengkel yang ia jalankan bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat Papua di atas tanahnya sendiri.
Sementara itu, Jhon Pigome dikenal sebagai pekerja yang tekun dan dapat dipercaya. Dedikasi, kejujuran, serta tanggung jawab yang ia tunjukkan membuatnya mendapat kepercayaan penuh dalam menjalankan operasional bengkel.
“Kepercayaan itu tidak datang begitu saja, tetapi dibangun dari kerja keras, kejujuran, dan kesetiaan dalam menjalankan tanggung jawab,” ungkapnya.
Semangat dan konsistensi yang ditunjukkan pelaku usaha lokal ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk terus berkarya, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Komentar