MIMIKA – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, resmi ditetapkan sebagai pilot project nasional pemberdayaan ekonomi di Indonesia Timur. Koperasi beserta gudangnya diresmikan langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, pada Kamis (9/4/2026).
Penetapan Atuka sebagai proyek percontohan nasional dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi kampung berbasis koperasi, khususnya di wilayah pesisir Papua.
Dalam sambutannya, Ferry menjelaskan bahwa KDMP yang dibentuk atas arahan Presiden memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai distributor barang subsidi, menyerap hasil produksi masyarakat mulai dari kerajinan tangan hingga hasil kebun, serta menjadi instrumen penyaluran program pemerintah agar tepat sasaran.
“Sekarang masyarakat tidak boleh lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi harus diubah menjadi pelaku ekonomi. Masyarakat tidak lagi sekadar orang yang menabung, tetapi sekarang dibuka akses permodalan masyarakat desa,” ujar Ferry.
Ia menegaskan, KDMP Atuka akan menjadi tempat bersejarah dimulainya kerja sama erat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten yang diyakini mampu mengubah kehidupan ekonomi masyarakat secara nyata.
Selain meresmikan koperasi, Menteri Koperasi juga membahas sejumlah peluang pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk usulan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar solar di wilayah pesisir guna menunjang aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mengungkapkan geliat ekonomi kerakyatan di Mimika terus meningkat. Saat ini terdapat 452 unit koperasi, dengan 152 koperasi telah berbadan hukum tetap.
Menurut Samuel, kehadiran pemerintah pusat di wilayah pesisir Papua merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transformasi desa dan kelurahan menuju kemandirian ekonomi.
“Koperasi memiliki potensi besar sebagai guru perekonomian rakyat yang mampu menciptakan kesejahteraan merata, baik bagi masyarakat di pesisir, perkotaan, maupun pegunungan,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadikan koperasi sebagai fondasi ekonomi yang kokoh di Papua Tengah.
Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan koperasi secara profesional, transparan, dan akuntabel guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.
Deinas juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong yang dinilai berhasil menghadirkan program yang menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat distrik dan kampung.
“Ini adalah momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam membangun sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.

Komentar