Mimika – Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, Paulus Waterpauw, menyampaikan kecaman keras atas serangkaian aksi pembunuhan yang menimpa pilot, guru, tenaga kesehatan, pengemudi ojek, hingga para pendulang di Tanah Papua.
Dalam pernyataannya, Waterpauw menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tersebut merupakan kejahatan serius yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan ajaran agama.
“Kami menyampaikan duka cita yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat, khususnya dunia pendidikan. Pembunuhan ini adalah kejahatan yang tidak sesuai dengan ajaran Alkitab dan bertentangan dengan undang-undang yang berlaku. Ini perbuatan yang menjijikkan dan mencederai nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Ia menilai aksi kekerasan yang menyasar tenaga pelayanan publik dan masyarakat sipil telah menimbulkan trauma mendalam, terutama bagi masyarakat di wilayah pedalaman yang sangat bergantung pada kehadiran guru, tenaga kesehatan, transportasi lokal, serta aktivitas ekonomi rakyat.
Menurut Waterpauw, guru dan tenaga kesehatan merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di Papua. Karena itu, keselamatan mereka harus menjadi prioritas bersama agar pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan.
Selain menyampaikan belasungkawa, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan aparat keamanan untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif serta menghentikan segala bentuk kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas seluruh rangkaian kasus pembunuhan tersebut secara profesional, sehingga para pelaku dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pernyataan ini sekaligus menjadi seruan moral agar seluruh pihak di Tanah Papua mengedepankan nilai kemanusiaan, dialog, dan perdamaian demi masa depan masyarakat yang lebih aman dan bermartabat.

Komentar