Nabire – Kepala Lintas Suku Orang Asli Papua (OAP), Buce Idjie, menyampaikan kecaman keras atas aksi pembunuhan terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang terjadi di Kabupaten Tambrauw.
Ia menilai tindakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) tersebut sebagai perbuatan keji, tidak manusiawi, dan tidak dapat diterima oleh seluruh masyarakat Papua, terlebih karena menyasar tenaga medis yang merupakan warga sipil dan tidak terlibat dalam konflik.
Peristiwa tragis tersebut dilaporkan mengakibatkan empat tenaga kesehatan menjadi korban. Dua orang meninggal dunia di tempat kejadian, sementara dua lainnya berhasil menyelamatkan diri dari serangan tersebut. Hingga saat ini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.
Menurut Buce Idjie, kekerasan terhadap tenaga kesehatan merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat lintas suku di Papua Barat Daya menolak keras tindakan tersebut.
Insiden terjadi di wilayah pedalaman Tambrauw, tepatnya di jalur penghubung antar distrik yang selama ini dikenal memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Lokasi tersebut juga merupakan area pelayanan kesehatan yang menjadi akses utama masyarakat untuk mendapatkan layanan medis.
Buce Idjie turut menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan, terutama bagi keluarga korban yang kehilangan tulang punggung. Ia mengajak semua pihak untuk menunjukkan empati terhadap istri dan anak-anak korban yang kini harus melanjutkan kehidupan dalam kondisi sulit.
Sebagai tokoh masyarakat dan pendeta, ia mengingatkan bahwa setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui jalur damai dan mekanisme yang berlaku, bukan dengan kekerasan.
Ia juga mengimbau pihak-pihak yang terlibat agar segera menghentikan aksi kekerasan demi menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di Papua Barat Daya.
“Tanah Papua harus menjadi tempat yang aman dan damai bagi seluruh masyarakat untuk hidup dan bekerja tanpa rasa takut,” tegasnya.

Komentar