Ekonomi Mimika
Beranda / Mimika / Stok Beras Bulog Timika 1.600 Ton, Aman untuk Kebutuhan Tiga Bulan ke Depan

Stok Beras Bulog Timika 1.600 Ton, Aman untuk Kebutuhan Tiga Bulan ke Depan

Mimika – Persediaan beras di gudang Perum Bulog Kantor Cabang Timika, Papua Tengah, dipastikan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Timika, Dedy Wahyudi, mengatakan saat ini stok beras medium yang tersedia mencapai sekitar 1.600 ton.

“Dalam waktu dekat ini kami juga akan mendapatkan tambahan pengiriman sebanyak 1.000 ton beras dari Pulau Jawa dan Makassar, masing-masing 500 ton,” ujar Dedy di Timika, Jumat.

Selain beras medium, Bulog Timika juga memiliki ketersediaan beras premium sebanyak 13 ton. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan mendatangkan tambahan beras premium sebanyak 25 ton dari Makassar.

Dedy menjelaskan, saat ini Bulog Timika juga menjalankan penugasan pemerintah untuk mendistribusikan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Dinas Sosial Deiyai Salurkan Bansos PKH dan Sembako Tahap I 2026 Senilai Rp12 Miliar

“Per 1 Maret kemarin penugasan untuk tahun 2026 sudah kami terima dan langsung kami jalankan dengan penyaluran beras SPHP kemasan lima kilogram,” katanya.

Beras SPHP tersebut dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.500 per kilogram atau Rp67.500 per karung lima kilogram.

Namun dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), beras tersebut dijual lebih murah, yakni berkisar antara Rp63.000 hingga Rp65.000 per karung.

“Begitu juga para mitra pedagang pengecer dan mitra GPM, termasuk TNI-Polri, menjualnya masih di bawah HET,” jelas Dedy.

Saat ini Bulog Timika memiliki sekitar 57 mitra yang terdiri dari Rumah Pangan Kita (RPK) maupun mitra lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Mimika.

PELNI Berikan Diskon Tiket Kapal 30 Persen Selama Libur Lebaran 2026

Para mitra tersebut menjual berbagai produk komersial Bulog, seperti beras premium, gula pasir, minyak goreng, serta beras SPHP.

Menurut Dedy, beras SPHP yang beredar di pasar-pasar Mimika seluruhnya berasal dari Bulog Timika dan dipasarkan sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan.

“Mitra mengambil di Bulog dengan harga gudang Rp58.000 per karung. Harga beli dan harga jual sudah diatur, mereka menjual dengan harga eceran tertinggi Rp67.500, tetapi boleh juga menjual di bawah harga tersebut,” ujarnya.

Sesuai petunjuk teknis dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), setiap mitra Bulog hanya diperbolehkan mengambil maksimal dua ton beras SPHP untuk satu kali pengambilan.

“Setelah habis terjual, baru mereka dapat mengambil kembali. Rata-rata mitra kami dalam satu minggu mengambil dua ton,” kata Dedy.

Pemkab Gianyar Buka Posko Pengaduan THR 2026, Perusahaan Wajib Bayar Penuh

Ia menambahkan, permintaan beras SPHP di wilayah Mimika cukup tinggi sehingga pihaknya terus memastikan ketersediaan stok di gudang tetap terjaga.

Pada bulan Ramadan 1447 Hijriah ini, Bulog Timika juga bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Mimika untuk melaksanakan Gerakan Pangan Murah di sejumlah titik di wilayah Mimika.

“Hari ini kami melaksanakan GPM di SP 6, ini kali keempat. Sebelumnya sudah dilaksanakan di Gedung Eme Neme Yauware Timika, Mapurujaya Distrik Mimika Timur, dan Kampung Limau Asri Distrik Iwaka,” jelasnya.

Selain beras, Bulog Timika juga memiliki stok komoditas pangan lainnya seperti gula pasir sebanyak 37 ton dan minyak goreng sebanyak 1.220 liter.

“Untuk beras premium, gula pasir, dan minyak goreng merupakan penjualan komersial Bulog. Walaupun komersial, harga yang kami jual tetap sesuai dengan HET,” kata Dedy.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement