Hukum & Kriminal Mimika Nasional
Beranda / Nasional / Satgas ODC 2026 Tepis Propaganda KKB, Tegaskan Penegakan Hukum Tetap Berjalan

Satgas ODC 2026 Tepis Propaganda KKB, Tegaskan Penegakan Hukum Tetap Berjalan

Mimika – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 (ODC) menanggapi klaim propaganda yang kerap dilontarkan kelompok separatis di Papua. Kasatgas Humas ODC menilai pernyataan yang disampaikan Sebby Sambom melalui media sosial sebagai upaya mencari perhatian dan validasi internasional.

Menurutnya, Sebby bukan bagian dari struktur resmi organisasi dengan sistem komando yang jelas, melainkan lebih berperan sebagai penyebar narasi atau pemengaruh bagi kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Bantahan atas Tuduhan Intelijen

Kasatgas Humas ODC, Yusuf Sutejo, membantah tudingan KKB yang kerap menyebut korban kekerasan sebagai anggota intelijen TNI-Polri. Ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan merupakan bentuk disinformasi.

Sebagai contoh, korban penembakan di Bandara Korowai disebutnya merupakan pilot maskapai sipil yang bertugas secara resmi, bukan bagian dari aparat ataupun agen intelijen. Ia juga menyinggung kasus perusakan fasilitas pendidikan dan pembakaran ambulans yang dinilai justru merugikan masyarakat Papua sendiri.

Identifikasi Pelaku dan Tantangan Medan

Aparat kini telah mengidentifikasi dua pelaku utama dari kelompok yang berjumlah sekitar 20 orang dan beroperasi di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel. Namun, luasnya wilayah yang disebut hampir setara dengan Provinsi Jawa Tengah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengejaran.

Demianus Magai Yogi Diduga Lakukan Pemerasan terhadap Pemda dan Masyarakat Paniai

Meski menghadapi kendala topografi dan akses yang terbatas, Satgas ODC menyatakan tetap optimistis dapat mempersempit ruang gerak para pelaku. Pengejaran dilakukan secara sistematis dengan tetap mengutamakan keselamatan warga sipil di wilayah rawan.

Penangkapan dan Dinamika Internal Kelompok

Sejak Januari 2026, Satgas ODC mengklaim telah mengamankan empat orang dari total 23 kasus yang terjadi di Kabupaten Yahukimo. Dua di antaranya, termasuk tersangka berinisial GW, diduga terlibat dalam penembakan anggota Brimob pada 2022 serta pembakaran ruko baru-baru ini.

Berdasarkan data intelijen, kelompok-kelompok tersebut kini disebut terpecah dan tidak lagi berada dalam satu markas terpusat. Beberapa faksi yang disebut antara lain Kelompok Sisi, Semut Merah, hingga Kelompok Kanibal, yang kini tersebar di sejumlah titik pedalaman hutan.

Satgas ODC menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penegakan hukum secara profesional dan terukur guna menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat sipil di Papua.

Satgas Damai Cartenz Amankan Terduga Penyebar Propaganda Digital di Mimika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement