TIMIKA, PapuaTengah.news – Pemerintah Provinsi Papua Tengah merencanakan pengembangan fasilitas Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako, Kabupaten Mimika, guna meningkatkan pelayanan kapal perikanan sekaligus mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Papua Tengah, Karlos Matuan, mengatakan pengembangan tersebut mencakup penambahan panjang dermaga, pemasangan crane, penyediaan tongkang, serta peningkatan kapasitas penyimpanan ikan.
Pembangunan Fasilitas Tambahan Dimulai 2027
Karlos menjelaskan, pembangunan fasilitas tambahan direncanakan mulai diproses pada 2027. Sementara itu, pada 2026 pemerintah melakukan tahap perencanaan dan studi kelayakan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan.
Menurutnya, kapasitas dermaga PPI Pomako saat ini belum mampu menampung seluruh kapal perikanan yang beroperasi secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah kapal harus mengantre di laut selama beberapa hari sebelum memperoleh kesempatan bersandar, sehingga biaya operasional meningkat.
Penambahan panjang dermaga dan fasilitas pendukung diharapkan dapat mempercepat proses bongkar muat serta memungkinkan lebih banyak kapal bersandar secara bersamaan, termasuk ketika air laut surut.
Kapasitas Penyimpanan Ikan Akan Ditambah
Selain dermaga, pemerintah juga merencanakan peningkatan kapasitas penyimpanan ikan untuk mengimbangi kebutuhan produksi perikanan di kawasan tersebut.
Saat ini, PPI Pomako memiliki fasilitas cold storage berkapasitas 200 ton dan 20 ton, serta pabrik es berkapasitas 10 ton. Kapasitas penyimpanan dan fasilitas pendukung tersebut direncanakan untuk ditingkatkan agar dapat menampung hasil tangkapan dalam jumlah lebih besar.
Pemerintah juga merencanakan penyediaan akses air bersih dan listrik hingga ke area pelabuhan. Dengan demikian, kapal perikanan dapat memanfaatkan pasokan listrik dari PLN sehingga kebutuhan penggunaan generator untuk penerangan dapat dikurangi.
Retribusi PPI Pomako Lampaui Target
Pengembangan fasilitas pelabuhan juga diharapkan meningkatkan penerimaan daerah, khususnya melalui retribusi tambat labuh kapal.
Hingga Oktober 2026, penerimaan retribusi PPI Pomako tercatat mencapai Rp40 juta, melampaui target tahun 2026 sebesar Rp25 juta.
Karlos menilai peningkatan kapasitas dermaga dan kualitas pelayanan berpeluang mendorong pertumbuhan penerimaan daerah. Dengan fasilitas yang lebih memadai, semakin banyak kapal perikanan diharapkan dapat memperoleh pelayanan secara efisien, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi sektor perikanan di Kabupaten Mimika.

Komentar