NABIRE, PapuaTengah.news – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah mengukuhkan kepengurusan tiga cabang olahraga (cabor), yakni PBVSI, PERTINA, dan POSSI, dalam pelantikan yang berlangsung di Nabire, Selasa (22/9/2026). Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus langkah awal memperkuat pembinaan atlet Papua Tengah untuk menghadapi berbagai agenda olahraga nasional, termasuk Pra-PON dan PON.
PBVSI Papua Tengah dipimpin Brigjen Pol Jermias Rontini sebagai ketua dengan Yanuarius Kayame sebagai sekretaris. Sementara PERTINA diketuai Yustinus Pigai dengan Salbert Paulus sebagai sekretaris. Adapun POSSI dipimpin Inarius Douw sebagai ketua dan Efod Arwam sebagai sekretaris.
KONSOLIDASI ORGANISASI JADI FONDASI
Ketua KONI Papua Tengah Yosua Tipagau mengatakan penguatan organisasi menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga di provinsi yang masih tergolong baru tersebut.
Menurutnya, potensi atlet Papua Tengah tersebar di berbagai kabupaten sehingga proses penjaringan dan pembinaan tidak dapat hanya berpusat di ibu kota provinsi.
“Papua Tengah ini provinsi yang baru, tetapi bagaimanapun kita harus mempersiapkan atlet untuk menghadapi Pra-PON dan PON yang sudah ada di depan mata kita,” kata Yosua.
Ia menegaskan, keberadaan atlet yang tersebar di kabupaten membuat konsolidasi antarorganisasi olahraga menjadi penting. Pencarian bibit atlet juga perlu diperluas hingga ke berbagai wilayah agar potensi yang ada dapat teridentifikasi dan memperoleh pembinaan.
“Di provinsi ini kan tidak punya atlet, atlet ada di kabupaten-kabupaten. Sehingga konsolidasi organisasi itu sangat penting,” ujarnya.
POTENSI ATLET HARUS MENDAPAT KESEMPATAN
Asisten III Setda Papua Tengah Victor Fun turut mendorong pengurus cabor memberikan ruang yang lebih luas bagi anak-anak Papua Tengah yang memiliki kemampuan di bidang olahraga.
Ia mengingatkan agar keterbatasan pembinaan maupun akses tidak menjadi penghalang bagi anak-anak daerah untuk mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
“Jangan sampai ada anak-anak Papua Tengah yang memiliki potensi olahraga tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang karena keterbatasan pembinaan dan akses,” katanya.
Victor juga menilai pembinaan olahraga memiliki manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar mengejar prestasi dan medali. Aktivitas olahraga dapat menjadi sarana membangun karakter generasi muda melalui kedisiplinan, kerja keras, sportivitas serta semangat pantang menyerah.
PEMBINAAN DORONG SAMPAI KAMPUNG
Ketua Panitia Pelantikan Melkias Tekege berharap terbentuknya kepengurusan PBVSI, PERTINA dan POSSI dapat menjadi momentum untuk membangun pola pembinaan atlet yang lebih terarah, terukur dan berkelanjutan.
Penguatan organisasi di tingkat provinsi diharapkan dapat diikuti dengan perluasan pencarian bibit atlet di kabupaten, distrik hingga kampung.
Langkah tersebut penting untuk menjangkau talenta-talenta olahraga yang selama ini belum memperoleh pembinaan secara optimal. Dengan sistem pencarian dan pembinaan yang lebih luas, atlet potensial diharapkan dapat dikembangkan hingga mampu berkompetisi dan membawa nama Papua Tengah pada ajang olahraga tingkat nasional.
Pelantikan tiga cabor tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan jangka panjang KONI Papua Tengah dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih terorganisasi, dengan pembinaan atlet yang dimulai dari daerah hingga jenjang kompetisi nasional.

Komentar