Mimika – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus mempercepat pembentukan kelompok kerja (Pokja) kampung di Kabupaten Mimika sebagai ujung tombak pemberdayaan ekonomi masyarakat. Seluruh Pokja ditargetkan rampung terbentuk pada Agustus 2026.
Langkah ini menjadi strategi penting untuk memastikan dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat kampung.
Kepala Divisi Program Ekonomi YPMAK, Oktovianus Jangkup, mengungkapkan bahwa pembentukan Pokja saat ini terus berjalan dan telah menjangkau wilayah pesisir Mimika.
“Sejauh ini sudah terbentuk 13 Pokja kampung di wilayah pesisir. Selanjutnya kami akan bergerak ke pesisir timur dan barat, kemudian ke Kota Timika hingga wilayah pegunungan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Pokja kampung menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, ia menekankan agar seluruh program difokuskan pada sektor produktif yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan warga.
“Program yang tidak berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat sebaiknya dikurangi. Fokus utama kita adalah pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, setiap wilayah di Mimika memiliki potensi berbeda yang perlu dikembangkan secara optimal. Di wilayah pesisir, komoditas kelapa dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan, mulai dari produksi minyak kelapa murni hingga usaha perikanan.
Sementara di wilayah pegunungan, sektor pertanian dan perkebunan menjadi andalan, terutama komoditas kopi yang memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi menjadi sumber ekonomi baru.
Selain itu, YPMAK juga menekankan pentingnya tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel di tingkat kampung. Dengan pengelolaan yang baik, program Pokja diharapkan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui percepatan ini, YPMAK optimistis kemandirian ekonomi masyarakat Mimika dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Komentar