Ekonomi Mimika Nasional
Beranda / Nasional / YPMAK Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat 91 Pokja Kampung di Mimika

YPMAK Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat 91 Pokja Kampung di Mimika

Mimika – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Kelompok Kerja (Pokja) Kampung di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kepala Divisi Program Ekonomi YPMAK, Oktovianus Jangkup, di Timika, Minggu (22/2/2026), mengatakan Program Pokja Kampung dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Suku Amungme dan Suku Kamoro sebagai pemilik hak ulayat, serta lima suku kerabat Papua lainnya, yakni Suku Dani, Damal, Moni, Mee, dan Nduga sebagai penerima manfaat dana kemitraan.

“Sebaran Pokja kampung ini berada di wilayah pesisir, Kota Timika, dan pegunungan,” ujarnya.

91 Pokja Tersebar di Tiga Wilayah

Pada tahun 2025, jumlah Pokja Kampung tercatat sebanyak 91 kelompok yang terdiri atas 68 Pokja di wilayah pesisir, 15 Pokja di wilayah kota, dan delapan Pokja di wilayah pegunungan Mimika.

Oktovianus menjelaskan masa kepengurusan Pokja berlangsung selama satu tahun. Saat ini, Divisi Program Ekonomi YPMAK tengah mempersiapkan sosialisasi pembentukan pengurus Pokja Kampung untuk tahun 2026.

Kepala Suku Besar Moni Musa Kobogau Tolak Intan Jaya Jadi Zona Perang, Serukan Perlindungan Tenaga Kemanusiaan dan Pembangunan Papua

“Kalau di kalender kerja kami itu bulan Maret, tapi kita menyesuaikan dengan kondisi cuaca, baik jalur laut untuk wilayah pesisir maupun jalur udara untuk wilayah pegunungan,” katanya.

Menurutnya, faktor cuaca menjadi pertimbangan penting agar proses sosialisasi dan pembentukan pengurus dapat berjalan lancar dan menjangkau seluruh wilayah secara efektif.

Representasi Lima Unsur Kampung

Oktovianus menjelaskan pembentukan Pokja Kampung dilakukan langsung oleh masyarakat kampung melalui mekanisme musyawarah. Struktur pengurus Pokja terdiri atas lima orang yang mewakili lima unsur penting di kampung, yakni aparat kampung, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan tokoh agama.

“Dalam kepengurusan itu setiap unsur harus diwakili satu orang,” tegasnya.

Setelah terbentuk, pengurus Pokja akan menggelar pertemuan bersama masyarakat untuk membahas serta menetapkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) program kerja kampung. Program yang dirancang difokuskan pada pemberdayaan ekonomi, dengan menekankan partisipasi aktif masyarakat.

BMP Mimika Kecam Seruan “Revolusi Total” Sebby Sambom, Tegaskan Dukungan terhadap Stabilitas dan Program Pembangunan Tanah Papua

Anggaran Disesuaikan RAB

YPMAK selanjutnya mengalokasikan anggaran kepada masing-masing Pokja sesuai dengan RAB yang telah disepakati bersama. Pelaksanaan program dilakukan secara transparan dan berbasis kebutuhan riil masyarakat di kampung.

Program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan meliputi berbagai sektor produktif sesuai potensi wilayah, baik di pesisir, perkotaan, maupun pegunungan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Oktovianus berharap masyarakat dapat memanfaatkan Program Pokja Kampung secara maksimal.

“Kami berharap program ini benar-benar dimanfaatkan untuk memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan yang telah disusun bersama,” ujarnya.

Melalui pendekatan partisipatif tersebut, YPMAK menargetkan terwujudnya masyarakat yang mandiri, berdaya saing, serta mampu mengelola potensi lokal secara optimal demi peningkatan kesejahteraan jangka panjang di Kabupaten Mimika.

Serda Hamdani Gugur dalam Serangan di Pos Pengamanan PT Kristalin, Keluarga di Maros Berduka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement