Paniai — Demianus Magai Yogi kembali menjadi sorotan publik setelah muncul laporan warga terkait dugaan aksi tekanan dan permintaan uang yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Paniai.
Sebelumnya, Demianus sempat menjadi perhatian setelah menyampaikan ucapan selamat kepada Menase Tabuni atas terpilihnya sebagai Presiden United Liberation Movement for West Papua. Menase diketahui pernah memimpin West Papua National Coalition for Liberation sebelum menduduki posisi barunya.
Namun, di tengah dinamika tersebut, warga justru dihadapkan pada keresahan baru. Sejumlah laporan yang beredar menyebut adanya dugaan tekanan dan permintaan uang yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Praktik tersebut disebut tidak hanya menyentuh warga kampung, tetapi juga pedagang pendatang, tukang ojek, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah.
Situasi ini membuat sebagian warga merasa tidak nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mereka khawatir praktik serupa dapat terus berulang dan mengganggu stabilitas sosial di tengah masyarakat.
“Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, masyarakat jadi takut beraktivitas dan suasana kampung tidak lagi tenang,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Keresahan warga semakin besar karena dugaan praktik tersebut disebut terjadi lebih dari sekali. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran akan terganggunya rasa aman, terutama bagi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas harian.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran laporan tersebut. Karena itu, masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menelusuri fakta sebenarnya.
Langkah cepat dinilai penting agar situasi tetap kondusif dan warga mendapatkan kepastian hukum serta rasa aman dalam beraktivitas.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi, sambil menunggu hasil penelusuran resmi dari aparat berwenang.

Komentar