Hukum & Kriminal Nabire
Beranda / Nabire / Wamendagri Ribka Haluk Koordinasi Penanganan Pengungsi Yaniruma Pasca Penembakan di Boven Digoel

Wamendagri Ribka Haluk Koordinasi Penanganan Pengungsi Yaniruma Pasca Penembakan di Boven Digoel

JAKARTA – Ribka Haluk mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur Papua Selatan untuk membantu para pengungsi dari Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Diketahui sebelumnya terjadi penembakan terhadap pilot dan kopilot pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, pada Rabu, 11 Februari 2026. Pascainsiden tersebut, warga dari Distrik Yaniruma mengungsi ke Ibu Kota Tanah Merah melalui Distrik Citakmitak di Kabupaten Mappi. Para pengungsi terdiri dari tenaga kesehatan, guru, hingga pegawai distrik.

“Kami telah meminta Gubernur Papua Selatan, Bupati Boven Digoel, dan Bupati Mappi untuk membantu para pengungsi,” ujar Ribka, Sabtu (14/12/2026).

Langkah tersebut, lanjutnya, telah direspons oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, dengan komitmen memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Selain penanganan pengungsi, Ribka juga meminta pemerintah daerah setempat untuk memastikan kehadiran negara dalam menjamin keamanan dan pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya terjadi penembakan.

Kapolri Perintahkan Tangkap Pelaku Penembakan Pilot Smart Air di Boven Digoel

Sebagai Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Ribka secara khusus meminta perhatian Gubernur Papua Selatan, Gubernur Papua Pegunungan, serta para bupati dari Boven Digoel, Mappi, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang.

Secara geografis, Distrik Yaniruma, Kombay, dan Koroway yang menjadi lokasi insiden berbatasan dengan Kampung Senggo di Kabupaten Mappi serta wilayah Kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang di Provinsi Papua Pegunungan. Karena itu, koordinasi lintas daerah dinilai penting untuk menjaga stabilitas kawasan.

“Dengan didukung aparat keamanan, diharapkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penerbangan dapat kembali berjalan efektif di wilayah tersebut,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa selain membantu warga yang mengungsi, pemerintah daerah juga harus menyiapkan tenaga kesehatan dan guru untuk melayani masyarakat yang masih bertahan di wilayah terdampak.

“Kami berharap pemerintah daerah setempat hadir di sana menyiapkan tenaga kesehatan dan guru, terutama yang merupakan masyarakat setempat,” tambahnya.

PSMTI Mimika Gelar Festival Pasar Imlek 2577, Angkat Tema “Harmoni dalam Cahaya Imlek”

Ribka menegaskan, pemerintah daerah perlu berkolaborasi dengan aparat keamanan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat pascainsiden, sekaligus memastikan layanan penerbangan, kesehatan, dan pendidikan dapat kembali berjalan normal demi menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement