Mimika – Tokoh Intelektual Suku Amungme, Elly Dolame, menyoroti berbagai pernyataan yang beredar di media sosial terkait penetapan direktur dan jajaran direksi PT Mimika Abadi Sejahtera (PT MAS). Ia meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dinilai tidak utuh dan berpotensi menimbulkan kegaduhan.
Elly menjelaskan bahwa PT Mimika Abadi Sejahtera merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Mimika. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil oleh Bupati dan Wakil Bupati Mimika didasarkan pada kondisi riil pengelolaan perusahaan tersebut.
Menurutnya, pimpinan daerah telah melihat dan merasakan secara langsung situasi internal PT MAS yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya, khususnya dalam aspek tata kelola dan pengelolaan keuangan. Kondisi inilah yang melatarbelakangi perlunya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen perusahaan.
Elly menegaskan bahwa penetapan direktur dan jajaran direksi yang dilakukan saat ini bersifat sementara. Langkah tersebut merupakan bagian dari proses penataan internal sebelum ditetapkan manajemen definitif yang dinilai benar-benar siap dan kompeten.
“Penetapan yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati sekarang ini sifatnya sementara. Ini karena melihat situasi dan kondisi PT Mimika Abadi Sejahtera yang tidak baik-baik saja dalam pengelolaan keuangan, sehingga perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujar Elly kepada awak media, Selasa (20/1/2026).
Ia juga meluruskan informasi yang berkembang terkait kepemilikan saham PT MAS. Menurut Elly, perusahaan tersebut merupakan BUMD murni dengan kepemilikan saham 100 persen milik Pemerintah Daerah Mimika.

“Di dalam PT Mimika Abadi Sejahtera tidak ada kepemilikan saham 7 persen. Ini murni milik pemerintah daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Elly menyampaikan bahwa setiap tokoh intelektual, tokoh masyarakat, maupun para senior memiliki hak untuk menyampaikan kritik, saran, dan pendapat terhadap kebijakan pemerintah daerah, termasuk dalam pengelolaan BUMD. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak dijadikan alat untuk menghasut, memprovokasi, atau mengadu domba masyarakat.
Ia menilai, penyampaian isu-isu sensitif tanpa pertimbangan matang dapat memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Padahal, persoalan internal BUMD seharusnya dapat dibicarakan dan diselesaikan melalui mekanisme dialog dan komunikasi yang sehat.
“Kita bisa bicara dengan hati dingin untuk menyelesaikan persoalan ini dengan baik. Tidak perlu menghasut masyarakat dengan pernyataan yang tidak baik, apalagi sampai mengadu domba,” katanya.
Elly juga mengajak seluruh elemen masyarakat Mimika untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan kenyamanan daerah. Ia berharap masyarakat dapat memberikan dukungan kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika agar dapat menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan secara maksimal.
“Mari kita sama-sama menjaga Mimika dan mendukung proses pembangunan yang sedang berjalan. Kita dukung Bupati dan Wakil Bupati dalam menjaga keamanan dan kenyamanan agar mereka bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” pungkasnya.

Komentar