Hukum & Kriminal Inspirasi Nabire Nasional
Beranda / Nasional / Tokoh Adat dan Pemuda Nabire Deklarasi Bersama: Kutuk Kekerasan, Tegaskan Papua Harus Damai

Tokoh Adat dan Pemuda Nabire Deklarasi Bersama: Kutuk Kekerasan, Tegaskan Papua Harus Damai

Nabire – Kepala suku, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan di Nabire, Papua Tengah, menyatakan sikap tegas mengecam segala bentuk aksi kekerasan yang dilakukan kelompok separatis bersenjata. Deklarasi tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama yang digelar di Sekretariat Bersama.

Deklarasi ini menjadi simbol komitmen kolektif berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Barisan Merah Putih RI, Pemuda Adat Saireri II, Badan Musyawarah Adat Papua Papua Tengah, Forum Peduli Masyarakat Adat Papua, serta Aliansi Pemuda Papua di Papua Tengah.

Kutuk Kekerasan terhadap Warga Sipil

Dalam pernyataannya, para tokoh secara tegas mengecam aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di berbagai wilayah Papua.

“Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap tenaga medis, guru, pilot, hingga masyarakat sipil,” demikian bunyi pernyataan sikap tersebut.

Menurut para tokoh, Tanah Papua adalah tanah Injil yang diberkati dan harus dijaga kesuciannya. Setiap pertumpahan darah dinilai hanya akan menghambat pembangunan, merusak tatanan sosial, serta mengorbankan masa depan generasi penerus.

Ali Kabiyai: Kepala Suku adalah Tolok Ukur Suara Akar Rumput Papua Tengah

Komitmen Jaga Stabilitas dan Persatuan

Selain mengecam kekerasan, para tokoh juga menyatakan komitmen untuk terus berdiri bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di Bumi Cenderawasih.

Mereka mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh aksi-aksi yang dapat memecah belah persatuan. Stabilitas keamanan, menurut mereka, merupakan fondasi utama agar pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

Deklarasi ini menjadi pesan kuat bahwa masyarakat adat dan pemuda Papua menginginkan kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera — tanpa kekerasan dan tanpa rasa takut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement