Paniai — Sebuah surat yang berisi permintaan dana sebesar Rp700 juta kepada setiap perusahaan yang beroperasi di Papua Tengah dilaporkan beredar di tengah masyarakat. Surat tersebut diketahui ditandatangani oleh Demianus Magai Yogi dan Didimus Tigi.
Dalam isi surat, terdapat permintaan pembayaran dana dengan dalih dukungan perjuangan, disertai tekanan agar perusahaan segera memenuhi tuntutan tersebut. Permintaan ini disebut menyasar pelaku usaha yang menjalankan aktivitas di wilayah Papua Tengah.
Beredarnya surat tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha dan masyarakat, karena dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan serta iklim investasi di daerah.
Sejumlah sumber juga menyebutkan bahwa dana yang sebelumnya dikumpulkan melalui pola serupa diduga tidak disalurkan kepada anggota di lapangan. Anggota yang disebut terlibat dalam aktivitas kelompok bersenjata dilaporkan tetap menghadapi keterbatasan logistik dan dukungan operasional.
Sementara itu, dana yang terkumpul diduga dikuasai oleh pihak-pihak tertentu yang menandatangani surat tersebut. Namun, informasi ini masih memerlukan pendalaman dan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait keaslian surat maupun langkah penanganan yang akan diambil.
Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menerima surat serupa atau mengalami tekanan yang mengarah pada tindakan pemerasan.
Kasus ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti guna memastikan kepastian hukum, menjaga keamanan, serta melindungi aktivitas ekonomi di wilayah Papua Tengah.

Komentar