Inspirasi Nabire Nasional Pendidikan
Beranda / Pendidikan / STMIK Pesat Nabire Wisuda 22 Mahasiswa, Rektor: Jangan Jadi Penonton Perubahan

STMIK Pesat Nabire Wisuda 22 Mahasiswa, Rektor: Jangan Jadi Penonton Perubahan

Nabire – STMIK Pesat Nabire resmi mewisuda 22 mahasiswa dalam sebuah prosesi yang sarat makna, menegaskan komitmen kampus dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul untuk masa depan Papua Tengah. Meski jumlah wisudawan tidak banyak, pihak kampus menilai setiap lulusan adalah simbol perjuangan, ketangguhan, dan harapan baru bagi pembangunan daerah.

Ketua STMIK Pesat Nabire, Gunawan Prayitno, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para mahasiswa menuntaskan perjalanan akademik yang penuh tantangan.

“Bagi kami, setiap lulusan adalah berharga. Setiap nama yang disebut hari ini adalah kebanggaan,” ujarnya dalam sambutan wisuda.

Ia menegaskan, keberhasilan para wisudawan merupakan bukti nyata bahwa proses panjang mulai dari pembelajaran, ujian, hingga praktik dapat dilalui dengan kerja keras dan kesungguhan.

Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal

Menurut Gunawan, wisuda tidak boleh dipandang sebagai garis akhir, melainkan gerbang menuju fase kehidupan yang lebih besar.

Pit Pigai Tegas soal Hoaks Konflik Papua: Jangan Bikin Masyarakat Resah dan Takut

Ia mengingatkan bahwa gelar akademik bukan sekadar pengakuan formal, tetapi amanah moral, intelektual, sosial, dan profesional yang harus dijaga oleh setiap lulusan.

“Dunia tidak cukup dihadapi hanya dengan ijazah. Dibutuhkan kejujuran, disiplin, kemampuan beradaptasi, ketangguhan, serta semangat untuk terus belajar,” tegasnya.

Karena itu, para lulusan diharapkan tidak berhenti pada rasa bangga, tetapi mampu menjadi insan yang produktif, inovatif, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

Dorong Lulusan Jadi Penggerak Perubahan

STMIK Pesat Nabire menaruh harapan besar agar para lulusan hadir bukan sekadar sebagai pencari kerja, tetapi menjadi pemecah masalah, tenaga profesional, penggerak pembangunan, dan pencipta peluang baru.

Kampus menilai pendidikan tinggi di Papua Tengah harus melahirkan SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, tanggung jawab, dan daya saing tinggi.

Sebby Sambom Soroti Kekerasan terhadap Guru dan Warga Sipil, Sebut Papua Terancam Kehilangan Investasi

“Kami tidak ingin lulusan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” ungkap Gunawan.

Menurutnya, lulusan harus mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.

Perguruan Tinggi Jadi Pilar Masa Depan Papua Tengah

Dalam kesempatan itu, pihak kampus juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu akademik, memperkuat tata kelola, dan membangun budaya kampus yang relevan dengan perkembangan zaman.

Gunawan menekankan bahwa masa depan Papua Tengah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, dan perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai salah satu pilar utama pembangunan.

“Kami percaya masa depan Papua Tengah harus dibangun dengan sumber daya manusia yang unggul, dan perguruan tinggi menjadi salah satu pilar utamanya,” katanya.

Dugaan Pemerasan di Paniai, Nama Demianus Magai Yogi Kembali Disorot Aparat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement