Hukum & Kriminal Nabire Nasional
Beranda / Nasional / Serda Hamdani Gugur dalam Serangan di Pos Pengamanan PT Kristalin, Keluarga di Maros Berduka

Serda Hamdani Gugur dalam Serangan di Pos Pengamanan PT Kristalin, Keluarga di Maros Berduka

Nabire – Seorang prajurit TNI, Serda Hamdani, menjadi salah satu dari dua korban dalam insiden penyerangan di Pos Palang/Jaga 1 milik PT Kristalin Eka Lestari yang terjadi di Kampung Legari, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).

Serda Hamdani yang bertugas sebagai anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih dilaporkan gugur saat menjalankan tugas pengamanan di kawasan tersebut setelah pos penjagaan diserang oleh kelompok bersenjata. Dalam peristiwa itu, pos pengamanan juga dilaporkan terbakar dan menimbulkan korban jiwa dari pihak aparat yang bertugas.

Kabar gugurnya prajurit tersebut pertama kali beredar melalui media sosial dan sejumlah laman berita di wilayah Sulawesi Selatan pada Minggu (22/2/2026). Informasi itu kemudian membawa duka mendalam bagi keluarga almarhum di kampung halamannya, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

Sejak Minggu pagi, rumah duka dipadati keluarga dan kerabat yang datang untuk melayat serta menantikan kedatangan jenazah almarhum. Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga yang kehilangan putra terbaiknya saat menjalankan tugas negara.

Ayah almarhum, Hamka, mengungkapkan dirinya menerima kabar duka pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WITA. Ia memastikan kabar tersebut setelah melihat identitas yang mencantumkan tanggal lahir putranya, yakni 30 Agustus 1990.

Kepala Suku Besar Moni Musa Kobogau Tolak Intan Jaya Jadi Zona Perang, Serukan Perlindungan Tenaga Kemanusiaan dan Pembangunan Papua

“Saya lihat tanggal lahirnya, sama persis. Di situ saya yakin itu anak saya,” tuturnya dengan suara bergetar.

Menurut Hamka, komunikasi terakhir dengan putranya terjadi pada 15 Februari 2026 melalui pesan singkat. Saat itu, Serda Hamdani sempat mengirimkan uang kepada keluarga untuk membantu persiapan menyambut bulan Ramadan.

“Dia kirim uang untuk persiapan puasa. Itu komunikasi terakhir kami,” ungkapnya penuh haru.

Serda Hamdani diketahui berusia 36 tahun dan tengah menjalankan tugas pengamanan di wilayah operasional perusahaan di Nabire, Papua Tengah. Gugurnya prajurit tersebut menambah daftar korban dalam insiden penyerangan terhadap pos pengamanan di kawasan tersebut.

Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap pelaku penyerangan. Situasi keamanan di Distrik Makimi dilaporkan dalam pemantauan ketat, sementara proses evakuasi dan penanganan korban terus dilakukan oleh pihak berwenang.

BMP Mimika Kecam Seruan “Revolusi Total” Sebby Sambom, Tegaskan Dukungan terhadap Stabilitas dan Program Pembangunan Tanah Papua

Kepergian Serda Hamdani menjadi duka tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi institusi TNI serta masyarakat di kampung halamannya yang mengenalnya sebagai sosok sederhana dan berdedikasi dalam menjalankan tugas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement