Hukum & Kriminal Nabire Nasional
Beranda / Nasional / Serangan Mematikan di Maybrat Picu Kecaman, BMP Papua Tengah Desak Negara Bertindak Tegas

Serangan Mematikan di Maybrat Picu Kecaman, BMP Papua Tengah Desak Negara Bertindak Tegas

Nabire – Insiden penyerangan yang menewaskan dua prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, memicu kecaman keras dari berbagai pihak. Peristiwa ini kembali menyoroti eskalasi kekerasan bersenjata yang dinilai semakin mengkhawatirkan di wilayah Papua.

Sikap tegas datang dari Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Papua Tengah. Wakil Ketua BMP Papua Tengah, Samuel Sauwyar, menegaskan bahwa negara tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi kelompok bersenjata untuk berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam memutus rantai kekerasan yang terus berulang.
“Seluruh elemen masyarakat harus bersatu dan tidak memberikan ruang bagi kelompok yang menggunakan kekerasan. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Serangan Dinilai Aksi Teror Bersenjata

Samuel menyebut, kelompok TPNPB-OPM kerap dikaitkan dengan berbagai aksi kekerasan yang menyasar aparat keamanan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat sipil.

Ia menilai serangan di Maybrat bukan sekadar gangguan keamanan biasa, melainkan bagian dari aksi teror bersenjata yang berdampak luas terhadap stabilitas dan keselamatan masyarakat.

Tokoh Adat Paniai Serukan Stop Hoaks dan Kekerasan, Lindungi Tenaga Pelayanan di Pedalaman Papua

Selain itu, ia juga menyoroti adanya indikasi pola serangan terorganisir, mulai dari pemilihan target aparat hingga dugaan perampasan senjata, yang menunjukkan tingkat ancaman yang semakin serius.

Desak Tindakan Tegas dan Terukur

BMP Papua Tengah mendesak aparat keamanan untuk segera mengambil langkah cepat, tegas, dan terukur, dengan tetap mengedepankan prinsip penegakan hukum.

“Aparat harus bertindak tegas, cepat, dan terukur. Tidak boleh ada toleransi terhadap aksi teror bersenjata yang merongrong kedaulatan negara,” tegasnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Papua Barat Daya—khususnya Kabupaten Maybrat dan Tambrauw—dilaporkan mengalami peningkatan gangguan keamanan. Kondisi ini dinilai menjadi ujian serius bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas di daerah rawan konflik.

Menutup pernyataannya, Samuel kembali menegaskan bahwa kekerasan bersenjata merupakan kejahatan serius yang harus ditangani secara menyeluruh demi menjamin keamanan masyarakat.

Pertamina Pastikan Stok BBM Nabire Aman Jelang dan Pasca Lebaran

“Ini adalah bentuk teror bersenjata yang harus ditangani secara serius oleh negara demi menjaga keamanan dan keselamatan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement