Nabire – Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Albert Ali Kabiyai, mengecam keras pernyataan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang menyerukan “revolusi total” terhadap 36 kodap di bawah pimpinan Lekagak Telenggen dan menyatakan perang terhadap Indonesia.
Dalam pernyataannya, Albert menilai seruan tersebut tidak hanya provokatif, tetapi juga berpotensi memicu tindakan melanggar hukum serta memperkeruh situasi keamanan di Tanah Papua.
“Pernyataan seperti itu tidak memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Justru berpotensi menimbulkan keresahan dan memperpanjang konflik yang merugikan rakyat sendiri,” tegas Albert dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/2/2026).
Ia juga menanggapi tudingan yang disampaikan Sebby Sambom terkait dugaan pelanggaran berat yang dituduhkan kepada aparat keamanan. Albert menyatakan tudingan tersebut perlu disikapi secara objektif dan berdasarkan fakta hukum, bukan melalui narasi yang dapat memecah belah masyarakat.
Menurutnya, membangun opini publik dengan narasi yang belum terverifikasi hanya akan memperuncing polarisasi serta menghambat upaya pembangunan dan rekonsiliasi di Papua.
Tegaskan Komitmen Kebangsaan
Albert menegaskan bahwa Barisan Merah Putih Republik Indonesia tetap berkomitmen pada nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta penolakan terhadap segala bentuk rasisme dan kekerasan.
“Organisasi kami berdiri untuk memperkuat persatuan bangsa. Kami menolak segala bentuk kekerasan, rasisme, dan tindakan yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai seruan konflik bersenjata tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat Papua saat ini yang lebih membutuhkan stabilitas, pembangunan ekonomi, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan.
“Rakyat Papua hari ini membutuhkan pembangunan, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan kerja. Seruan perang tidak akan menyelesaikan persoalan mendasar,” tambahnya.
Imbau Generasi Muda Tidak Terprovokasi
Albert juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda Papua, agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memicu konflik horizontal maupun vertikal.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Papua yang damai dan sejahtera. Karena itu, ia meminta agar kaum muda tetap kritis dalam menerima informasi serta tidak terjebak dalam propaganda yang berpotensi merugikan diri sendiri dan masyarakat luas.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengutamakan stabilitas, menjaga persaudaraan, serta bersama-sama membangun Papua dalam suasana damai,” katanya.
Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan melalui mekanisme konstitusional dan dialog yang konstruktif, bukan melalui ancaman atau ajakan kekerasan.
Di akhir pernyataannya, Albert kembali menegaskan bahwa konflik bersenjata bukanlah solusi bagi masa depan Papua. Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan pendekatan dialog, hukum, serta pembangunan sebagai jalan keluar yang lebih bermartabat dan berkelanjutan.

Komentar