Nabire – Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom, menyampaikan kekecewaan mendalam atas berbagai aksi kekerasan yang menimpa tenaga pengajar, guru, tenaga kesehatan, pengemudi ojek, hingga masyarakat sipil di Tanah Papua.
Dalam pernyataannya, Sebby menilai tindakan yang disertai perampasan harta benda serta ancaman terhadap warga sipil telah menimbulkan dampak luas, tidak hanya pada rasa aman masyarakat, tetapi juga terhadap citra Papua di mata daerah lain maupun publik nasional.
Menurutnya, rangkaian insiden kekerasan tersebut membuat Papua dipandang sebagai wilayah yang tidak kondusif, sehingga berpotensi menurunkan kepercayaan pihak luar untuk datang, bekerja, maupun menanamkan investasi.
Ia menegaskan, kondisi keamanan yang tidak stabil dapat berdampak langsung pada perlambatan pembangunan daerah, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan infrastruktur.
“Jika kekerasan terus terjadi, maka yang paling dirugikan adalah masyarakat sendiri. Pembangunan terhambat, ekonomi melambat, dan minat investasi bisa menurun,” demikian inti pernyataan yang disampaikan.
Selain berdampak pada iklim investasi, situasi tersebut juga dinilai dapat memicu kemunduran ekonomi lokal, karena aktivitas usaha masyarakat, mobilitas warga, dan pelayanan dasar menjadi terganggu.
Sebby berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menghentikan tindakan yang merugikan masyarakat sipil, agar Papua tidak terus dibayangi stigma konflik yang menghambat kemajuan wilayah.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sorotan terhadap pentingnya menjaga keamanan, kepastian hukum, dan perlindungan warga sipil demi keberlanjutan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di Tanah Papua.

Komentar