Mimika – Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom, menyatakan niatnya untuk melepas jabatan strategis sebagai corong utama organisasi tersebut.
Dalam pernyataannya, Sambom mengaku ke depan ingin memusatkan perhatian pada aktivitas diplomatik, khususnya yang berkaitan dengan dukungan logistik dan perlengkapan bagi personel TPNPB.
Rencana pengunduran diri itu disebut muncul akibat konflik internal di tubuh TPNPB–OPM. Ketegangan dilaporkan terjadi antara juru bicara dengan salah satu Komando Daerah Pertahanan (Kodap) OPM, termasuk sejumlah kelompok bersenjata di bawah struktur tersebut.
Meski demikian, Sambom tidak merinci secara spesifik bentuk konflik yang melatarbelakangi keinginannya untuk mundur dari jabatan juru bicara.
Ia menyebut niat tersebut didorong oleh apa yang disebutnya sebagai bentuk pengkhianatan di internal organisasi. Sambom menuding pimpinan salah satu Kodap OPM beserta anggotanya telah bergerak di luar garis perjuangan yang selama ini diklaim sebagai sikap resmi TPNPB–OPM.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pimpinan Kodap yang dimaksud terkait tudingan tersebut. Situasi internal kelompok tersebut masih berkembang dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Komentar