Mimika – Dibukanya kembali rute penerbangan langsung Timika–Denpasar oleh Garuda Indonesia menjadi angin segar bagi perekonomian Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Momentum ini langsung dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk mendorong kebangkitan ekspor hasil laut ke pasar internasional. Bupati Johannes Rettob menegaskan sektor perikanan Mimika memiliki potensi besar untuk kembali menembus pasar luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, hingga Jepang.
Komoditas unggulan seperti kepiting bakau, udang, dan ikan dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dengan permintaan yang stabil di pasar premium.
“Dulu setiap hari ada pengiriman kepiting bakau dari Timika ke Denpasar, bahkan bisa langsung ekspor ke Singapura dan Malaysia. Setelah rute ini ditutup, kegiatan ekspor ikut berhenti karena tidak efisien dari sisi waktu,” ujar Johannes Rettob.
Menurutnya, sekitar lima tahun lalu para pelaku usaha di Timika rutin mengirim kepiting bakau ke Singapura dan Malaysia melalui jalur udara. Aktivitas itu berhenti sejak pandemi COVID-19 pada awal 2020, ditambah penutupan rute langsung Timika–Denpasar.
Kini, dengan kembali beroperasinya penerbangan langsung empat kali sepekan—setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu—Pemkab Mimika optimistis distribusi hasil laut akan kembali lancar dan lebih kompetitif.
“Kami berharap ekspor hasil laut dari Mimika bisa hidup kembali. Pemerintah daerah juga telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pengusaha di luar negeri,” katanya.
Selain kepiting bakau, Johannes juga mengungkapkan bahwa komoditas udang dari Timika sebelumnya pernah menembus pasar Jepang. Hal itu menunjukkan produk perikanan Mimika memiliki daya saing kuat di pasar global.
Di sisi lain, pengoperasian kembali rute ini juga dinilai penting bagi mobilitas masyarakat, pekerja industri, hingga tenaga kerja asing yang selama ini membutuhkan akses perjalanan yang lebih cepat dan efisien.
Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia, Kharisma Pujangga, menjelaskan penerbangan ini kembali dilayani melalui kode GA 652 dan GA 653.
“Pengoperasian kembali rute ini bertujuan meningkatkan konektivitas Papua Tengah, khususnya Mimika, guna mendukung sektor pariwisata dan bisnis serta menjawab kebutuhan pelanggan akan layanan yang cepat dan efisien,” ujarnya.
Dengan konektivitas yang kembali terbuka, sektor perikanan, perdagangan, dan ekspor hasil laut Mimika diharapkan kembali bangkit dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Komentar