Kesehatan Mimika
Beranda / Mimika / RS Banti Tembagapura Targetkan Layanan Bedah Mulai Beroperasi Juni 2026

RS Banti Tembagapura Targetkan Layanan Bedah Mulai Beroperasi Juni 2026

Mimika – Layanan bedah di Rumah Sakit Banti ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pegunungan Mimika tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, mengatakan bahwa persiapan ruang operasi saat ini terus dimatangkan, baik dari sisi fasilitas maupun kesiapan tenaga medis.

“Kami menargetkan ruang operasi mulai beroperasi pada bulan Juni, dan pada 26 Juni 2026 dijadwalkan pelaksanaan kasus operasi pertama,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/3).

Menurutnya, layanan bedah di RS Banti akan menggunakan konsep one stop service yang terintegrasi dengan berbagai unit pelayanan medis di rumah sakit tersebut. Sistem ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang cepat dan komprehensif bagi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pedalaman.

Dengan adanya fasilitas operasi tersebut, pasien yang membutuhkan tindakan bedah tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit di Timika atau daerah lain, sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat.

Tokoh Adat dan Pemuda Serukan Damai, Kekerasan Dinilai Hancurkan Masa Depan Papua

Selain menyiapkan layanan bedah, Dinas Kesehatan Mimika juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan melalui penerapan rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan serta pengembangan layanan telemedicine untuk menjangkau daerah terpencil.

Melalui telemedicine, tenaga kesehatan di wilayah pedalaman dapat berkonsultasi secara daring dengan dokter spesialis atau melakukan rujukan medis apabila menghadapi kasus yang memerlukan penanganan lanjutan.

“Dengan sistem ini, pelayanan kesehatan tetap bisa optimal meskipun wilayahnya jauh dan aksesnya terbatas,” jelas Reynold.

Untuk mendukung keberlanjutan operasional fasilitas kesehatan, pemerintah daerah juga mulai memanfaatkan energi terbarukan berupa panel surya agar pelayanan tetap berjalan meski terjadi keterbatasan pasokan listrik.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga medis di Mimika masih cukup tinggi. Dengan jumlah penduduk sekitar 320 ribu jiwa dan pertumbuhan hampir 5 persen per tahun, idealnya setiap 1.000 penduduk dilayani minimal oleh dua dokter, dua perawat, dan dua bidan.

Gelombang Kekerasan di Papua Tuai Kecaman, Tokoh Adat: Ini Sudah Melampaui Batas Kemanusiaan

“Saat ini baru sekitar 79 dokter yang bertugas di Puskesmas di wilayah Mimika, sehingga masih terdapat kekurangan tenaga dokter,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement