TIMIKA – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) Tahun 2026, PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar berbagai kegiatan edukatif, salah satunya melalui program Safety Goes to School & Campus.
Program ini merupakan bagian dari kampanye keselamatan (safety) perusahaan yang menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai generasi penerus. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri Nemangkawi dan Universitas Timika, Kamis (12/2).
Di SMK Negeri Nemangkawi, kegiatan diikuti sekitar 150 siswa, sementara di Universitas Timika dihadiri 60 mahasiswa. Para peserta mendapatkan materi seputar budaya keselamatan, pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari, serta penerapan prinsip keselamatan baik di lingkungan sekolah, kampus, maupun tempat kerja.
Kegiatan tersebut turut dihadiri VP Mining Safety Division PTFI, Eman Widijanto, bersama panitia dan tim BK3N PTFI 2026.
Ketua Umum BK3N PTFI 2026, Michael Gino Simanjuntak, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan, tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud semangat kami untuk menyampaikan pentingnya safety. Tidak hanya di internal perusahaan, tetapi juga kepada masyarakat luas, khususnya pelajar dan mahasiswa. Budaya safety harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.
Gino berharap melalui kampanye tersebut, para pelajar dan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan pemahaman tentang pentingnya budaya keselamatan kepada lingkungan sekitarnya.
“Harapannya, ketika kita sudah berperilaku safety, hal itu bisa berkembang dan memengaruhi orang lain, sehingga terbentuk komunitas yang mengedepankan keselamatan, sehat, dan unggul,” tambahnya.
Sementara itu, VP Mining Safety Division PTFI, Eman Widijanto, menjelaskan bahwa peringatan BK3N tahun 2026 tetap dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, meski tanpa kemeriahan berlebihan.
“Tahun ini kegiatan BK3N tetap ada, termasuk beberapa agenda pendukung lainnya. Namun kami tidak ingin terlalu hingar-bingar karena operasional Freeport belum sepenuhnya kembali normal. Meski demikian, esensinya tetap sama, yakni keselamatan sebagai prioritas utama,” jelasnya.
Mewakili Universitas Timika, Rukmini menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai keselamatan sangat penting diberikan sejak dini agar mahasiswa lebih sadar risiko dalam beraktivitas.
“Kegiatan ini sangat penting karena kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Terima kasih kepada PTFI, karena melalui kegiatan ini mahasiswa mendapatkan bekal untuk lebih waspada dalam beraktivitas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan salah satu mahasiswa, Debora. Ia mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini sangat baik. Saya mendapat pengetahuan bahwa safety bukan hanya penting di tempat kerja, tetapi juga di semua tempat saat kita beraktivitas,” ungkapnya.
Melalui program Safety Goes to School & Campus, PTFI berharap budaya keselamatan dapat tertanam sejak bangku sekolah dan kampus, sehingga tercipta generasi muda yang sadar risiko, peduli keselamatan, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

Komentar