Ekonomi Mimika
Beranda / Mimika / Produksi Terdampak Longsor, Freeport Targetkan Penjualan Emas 26 Ton pada 2026

Produksi Terdampak Longsor, Freeport Targetkan Penjualan Emas 26 Ton pada 2026

Mimika – PT Freeport Indonesia (PTFI) menetapkan target penjualan emas sepanjang tahun 2026 sebesar 830 ribu ons atau sekitar 26 ton. Target ini turun signifikan dibandingkan realisasi penjualan emas tahun 2025 yang mencapai 1,1 juta ons, serta jauh lebih rendah dari capaian 2024 yang menembus 1,8 juta ons.

VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, menjelaskan bahwa penurunan target tersebut berkaitan erat dengan keterbatasan aktivitas produksi akibat gangguan operasional di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

“Pada tahun 2026, penjualan emas ditargetkan sebesar 830 ribu ounces atau sekitar 26 ton,” ujar Katri, seperti dikutip dari Portal Berita Kontan.

Selain emas, PTFI juga menargetkan penjualan tembaga pada 2026 sebesar 1,1 miliar pon atau setara sekitar 480 ribu ton. Target ini juga mengalami penurunan dibandingkan penjualan tembaga tahun 2025 yang mencapai 1,2 miliar pon.

Turunnya target penjualan tersebut merupakan dampak langsung dari insiden longsor yang terjadi di tambang bawah tanah GBC pada September 2025. Hingga kini, kegiatan penambangan masih berlangsung secara terbatas dan hanya mengandalkan dua area, yakni Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan, dengan kapasitas produksi sekitar 30 persen dari kondisi normal.

Kemensos Salurkan Rp1,2 Triliun Bansos PKH dan BPNT untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

PTFI menargetkan pengoperasian parsial tambang GBC dapat dimulai secara bertahap pada awal 2026. Dengan pemulihan tersebut, pasokan konsentrat ke fasilitas peleburan PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik diperkirakan kembali berjalan pada pertengahan tahun.

Sebelumnya, induk usaha PTFI, Freeport-McMoRan Inc. (FCX), juga menyampaikan bahwa operasional tambang GBC diproyeksikan kembali berjalan dan tingkat produksi Freeport Indonesia ditargetkan pulih hingga sekitar 85 persen dari kapasitas normal pada paruh kedua 2026.

Dalam laporan kinerja tahunan FCX, penjualan emas PTFI sepanjang 2025 tercatat turun sekitar 42 persen dibandingkan 2024. Dari sisi produksi, output emas pada 2025 hanya mencapai sekitar 0,9 juta ons, merosot tajam dari produksi tahun 2024 yang mencapai 1,8 juta ons.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement