Timika – Seluruh petugas kebersihan atau pengangkut sampah di Kota Timika, Kabupaten Mimika, dilaporkan melakukan aksi mogok kerja pada Senin (9/3) pagi. Aksi tersebut dipicu dugaan intimidasi serta ancaman pemecatan yang disebut dilakukan oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru ditugaskan mendampingi para pekerja di lapangan.
Selain itu, para petugas juga memprotes munculnya nama baru yang dimasukkan sebagai sopir, yang diduga memiliki hubungan keluarga dengan pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika.
Pengawas lapangan petugas kebersihan, Wilson Baris, mengatakan aksi mogok kerja dilakukan sebagai bentuk protes terhadap berbagai tekanan yang dirasakan para pekerja selama ini.
“Kami mogok kerja karena banyak hal yang selama ini ditutupi terkait kinerja kami. Para pekerja selalu ditekan bahkan diancam akan dipecat,” ujarnya.
Wilson menjelaskan, sehari sebelumnya seorang ASN yang baru ditugaskan disebut mengancam akan memberhentikan sejumlah karyawan. Bahkan, menurutnya, oknum tersebut telah menandai beberapa nama pekerja yang disebut akan diberhentikan.
“Dia bilang mau pecat beberapa karyawan. Nama-nama sudah dilingkari. Bahkan pengawas yang dianggap berpengaruh juga mau dipecat,” tuturnya.
Ia menilai pemecatan seharusnya dilakukan berdasarkan aturan dan prosedur yang jelas, bukan secara sepihak tanpa dasar hukum yang kuat.
Menurut Wilson, para pekerja juga menduga penempatan ASN tersebut berkaitan dengan rencana mengganti pekerja lama dengan orang-orang baru.
“Kami melihat seperti ada skenario untuk keluarkan orang-orang lama di sini, lalu masukkan orang-orang mereka,” katanya.
Selain itu, para pekerja juga mempertanyakan masuknya nama baru yang langsung diangkat menjadi sopir menggantikan pekerja sebelumnya yang bermasalah hukum. Mereka menilai proses tersebut tidak transparan karena banyak pekerja lama yang sebenarnya memiliki kemampuan mengemudikan kendaraan operasional.
“Kami protes karena ada nama baru yang masuk, katanya keluarga Kadis. Mestinya kalau mau angkat orang lama, banyak petugas kebersihan yang bisa bawa mobil. Kenapa tiba-tiba rekrut orang baru dan langsung jadi karyawan tetap,” jelasnya.
Wilson juga menyoroti status kerja para petugas kebersihan yang hingga kini dinilai belum jelas sejak awal mereka bekerja, meskipun selama ini mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan Kota Timika.
“Status kami dari awal juga tidak jelas. Padahal kami yang selama ini berjuang mempertahankan kebersihan kota dan menjadi garda terdepan di Dinas Lingkungan Hidup,” pungkasnya.
Akibat aksi mogok tersebut, aktivitas pengangkutan dan pembersihan sampah di sejumlah titik di Kota Timika tidak berjalan seperti biasanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.

Komentar