Puncak – Pendeta Giman Magai mengecam keras pernyataan juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang menyerukan “revolusi total” di 36 kodap. Menurutnya, pernyataan tersebut telah menimbulkan keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat Papua.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak menginginkan tanah Papua kembali diwarnai isu-isu yang memicu ketegangan dan konflik berkepanjangan.
“Kami tidak ingin tanah Papua kembali dipenuhi seruan-seruan yang membuat masyarakat takut dan tidak tenang. Rakyat ingin hidup damai, bekerja, beribadah, dan membangun masa depan,” ujarnya.
Pendeta Giman juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap kelompok bersenjata yang melakukan aksi kekerasan serta pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan melanggar hukum.
Selain itu, ia mendesak Natalius Pigai selaku Menteri HAM agar bersikap tegas dan adil dalam menangani persoalan Papua, khususnya terkait perlindungan hak hidup dan keamanan masyarakat sipil.
Menurutnya, berbagai aksi kekerasan yang terjadi selama ini telah memakan korban dari kalangan masyarakat sipil, termasuk guru, tenaga kesehatan, pilot, pengemudi ojek, pedagang, hingga tokoh agama.
“Kami meminta negara hadir untuk melindungi seluruh masyarakat tanpa kecuali. Hak untuk hidup aman adalah hak dasar setiap warga,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, menolak kekerasan, serta mengedepankan dialog dan pembangunan sebagai jalan menuju Papua yang damai dan sejahtera.

Komentar