Nabire – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan enam strategi pembangunan guna menciptakan ekonomi inklusif yang berpihak kepada rakyat dan bertumpu pada potensi lokal.
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, di Nabire, Sabtu, mengatakan pembangunan ekonomi di Papua Tengah tidak hanya bergantung pada investasi skala besar, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama.
“Kita tidak ingin melihat pertumbuhan hanya sebatas angka statistik, tetapi memastikan pertumbuhan itu dirasakan nyata oleh masyarakat,” ujarnya.
1. Pengembangan Pertambangan Rakyat
Strategi pertama adalah penguatan sektor pertambangan rakyat melalui kepastian hukum. Hal ini diperkuat dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pertambangan Rakyat.
“Kita ingin pertambangan rakyat memiliki kepastian hukum, berjalan legal, tertib dan aman serta berkontribusi terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Deinas.
2. Pendirian dan Pembinaan Koperasi
Strategi kedua yakni pembentukan dan pembinaan koperasi di delapan kabupaten. Koperasi dinilai sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang memberi akses permodalan, pemasaran, serta penguatan usaha secara kolektif.
“Koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi alat perjuangan ekonomi rakyat di Papua Tengah,” tegasnya.
3. Pembukaan Lahan Pertanian
Ketiga, pembukaan lahan pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan dengan melibatkan masyarakat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
4. Pengembangan Perkebunan Kopi
Keempat, pembinaan komoditas kopi sebagai produk unggulan yang berpotensi menembus pasar nasional maupun internasional.
“Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan bagi keberlanjutan ekonomi anak-anak Papua di masa depan,” ujarnya.
5. Penguatan Sektor Perikanan
Kelima, penguatan sektor perikanan melalui pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI), UPTD Balai Benih Ikan air tawar, serta optimalisasi fasilitas cold storage berkapasitas 500 ton di Timika dan 50 ton di Nabire guna menjaga kualitas hasil tangkapan serta memperluas akses pasar.
6. Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
Strategi keenam adalah pemberdayaan perempuan melalui pelatihan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memperkuat ekonomi keluarga yang berdampak langsung pada pertumbuhan daerah.
Deinas menegaskan seluruh strategi tersebut harus disinergikan dengan pemerintah kabupaten agar visi dan misi kepala daerah berjalan selaras dengan program pembangunan di tingkat lokal.
“Jangan sampai anggaran yang sudah dialokasikan untuk pengembangan komoditas seperti kopi justru dialihkan untuk program lain. Harus ada keselarasan,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov Papua Tengah terus menjalin komunikasi dengan delapan pemerintah kabupaten guna memastikan program ekonomi inklusif tersebut berjalan optimal dan berkelanjutan.

Komentar